Sabtu, 05 Februari 2011

Home » » Kasih Ibu Sepanjang Zaman

Kasih Ibu Sepanjang Zaman


Kisah ini mengingatkan kita akan kebaikan yang telah kita nikmati selama ini adalah karena orang lain langsung maupun tidak langsung. Renungkan sesaat dan lihatlah diri kita! Bersyukurlah apa yang kita miliki saat ini dibandingkan dengan jutaan orang yang tidak menjalani hidup seperti yang kita rasakan sekarang!

-Ibuku hanya memiliki satu mata-

Ibuku hanya punya satu mata. Aku benci dia… dia begitu memalukanku.
Dia memasak untuk murid dan guru disekolahan guna mencukupi kebutuhan keluargaku.
Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku, Aku begitu malu saat itu. Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku didepan teman-temanku?!Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari
Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dgn mengatakan
Eeee, ibumu hanya punya satu mata…!

Aku malu sekali dan ingin mati rasanya
Aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupanku

Aku bertengkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya:
Kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaan teman2ku, mengapa ibu takk mati saja!
Ibuku tak menjawab…!!!
Aku sama sekali tak mau berpikir ttg apa yang kukatakan
Karena aku sangat marah padanya.Aku tak pedulikan apapun perasaan dia,
Ibuku tidak menjawab …
Saya kira saya merasa sedikit buruk, tapi pada saat yang sama, rasanya baik untuk berpikir bahwa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini … Mungkin karena ibuku tidak pernah menghukumku, tapi aku tidak berpikir bahwa aku telah menyakiti perasaannya dengan sangat buruk.

Malam itu …
Aku terbangun, dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air.
Ibuku sedang menangis disana, begitu tenang, seolah-olah dia takut bahwa ia mungkin membangunkanku. Saya melihat ke arahnya, dan kemudian pergi meninggalkannya. Karena hal yang saya telah mengatakan sebelumnya, ada sesuatu yang dia mencubit padaku di sudut hatiku. Meskipun demikian, aku benci ibuku yang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses.

Lalu aku belajar keras dan nyata.
Aku tinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk belajar.

Kemudian, aku menikah.
Aku membeli rumah sendiri. Lalu aku punya anak juga dan aku hidup bahagia …
kebahagiaan ini semakin besar dan besar,
Suatu waktu ibu mengunjungiku
Dia bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu2nya,
Ketika ibu berdiri di depan pintu,
Anak-anakku mentertawakannya
Aku berteriak padanya: Betapa beraninya kamu datang ke rumahku
Dan menakut-nakuti anakku
PERGI DARI SINI SEKARANG!
Ibuku menjawab pelahan
Maaf… saya salah alamat
Dan diapun pergi

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah datang ke rumah saya di Singapura.
Jadi aku berbohong pada istriku
Kukatakan bahwa aku ada tugas keluar kota
Usai reuni, aku mampir ke kampungku untuk sekedar rasa ingin tahu
Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia
Aku tak terharu ataupun meneteskan air mata..!
Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku

-----------------------------------------------------------
Anakku tersayang,

Aku memikirkanmu setiap waktu

Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak2mu

Aku sangat gembira ketika kudengar kau akan datang ke reuni

Tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu

Maafkan aku yang membuat malu kamu saat kita masih bersama

Ketahuilah anakku…
Ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu

Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan 1 mata saja

Jadi… kuberikan 1 mataku padamu

Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku
Di tempatku, dengan mata itu

Bersama cintaku…

Ibumu….

SUBHANALLAH - MAHA SUCI ALLAH

Jika ini kasih sayang ibu terhadap anaknya,lalu bagaimana dengan kasih sayang Allah swt terhadap hamba-hambanya.................

Rasulullah bersabda apa yan diriwayatkan oleh Abu Huroirah :
«جعل اللهُ الرحمةَ مائةَ جُزءٍ، فَأمسَكَ عندهُ تِسعة وتسعينَ ، وَأَنزَلَ في الأرضِ جُزءا واحدا ، فَمِن ذلكَ الجزءِ تَتَراحَمُ الخلائق ، حتى تَرْفَعَ الدابةُ حافِرَها عن ولدها خشيةَ أن تُصيبَه».هذه رواية البخاري، ومسلم
Allah menjadikan rahmat seratus bagian, Dia tahan di sisinya 99 dan Dia turunkan ke bumi satu bagian, dengan satu bagian itu semua maghluq saling menyayangi, sehingga binatang mengangkat kakinya dari anaknya takut mengenainya.(HR.bukhori dan muslim)

وللبخاري: أَنَّ رسولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قال : «إِنَّ الله خَلقَ الرَّحْمَةَ يومَ خلَقَهَا مائةَ رحمةٍ، فَأْمسَكَ عندهُ تسعة وتسعينَ رحمة ، وأرسلَ في خَلقِهِ كلِّهم رحمة واحدة، فَلو يَعلمُ الكافرُ بِكلِّ الذي عند اللهِ من الرحمةِ لم يَيْأسْ مِن الجنة، ولو يعلم المُؤمن بكل الذي عندَ اللهِ من العذابِ لم يَأْمَن من النار».
Dalam riwayat Bukhori sesungguhnya Rasulullah saw berkata : sungguh Allah menciptakan rahmat pada hari Dia ciptakan seratus rahmat, lantas Dia tahan di sisinya 99 rahmat, dan Dia kirim diantara maghluqnya semuanya satu rahmat, kalau orang kafir mengetahui apa yang di sisi Allah dari rahmat tidak akan putus asa dari sorga, dan kalau orang beriman mengetahui apa yang disisi Allah dari Adzab tidak aman dari neraka.

Kisah ini disampaikan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu:
قَدِمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلىَّ اللهَ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبِيٌّ ، فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَبِيِّ تّحْلُبُ ثَدَيْهَا تَسْقَى إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَبِيِّ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ . فَقَالَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتَرَوْنَ هَذِهِ طَارِحَةٌ وَلَدَهَا فِي النَّارِ؟ قُلْنَا : لاَ ، وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحُهُ . فَقَالَ : لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا.

“Datang para tawanan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu. Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Bahkan dia tak akan kuasa untuk melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih penyayang daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5999)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ
صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Dari Abu Huroiroh berkata : “Datang seseorang kepada Rosululloh lalu bertanya : Wahai Rosululloh, siapa yang paling berhak untuk saya berbuat baik padanya ?
Rosululloh menjawab : Ibumu,
Dia bertanya lagi : Lalu siapa ?
Rosululloh menjawab : Ibumu,
dia bertanya lagi : Lalu siapa ?
Rosululloh kembali menjawab : Ibumu,
lalu dia bertanya lagi : Lalu siapa? Rosululloh menjawab : Bapakmu.”(HR. Bukhori : 5971, Muslim : 2548)

Jangan pernah lupa meluangkan doa untuk ibu mu !!!!

YAA ALLAH MASUKANLAH KAMI DALAM GOLONGAN HAMBA-HAMBA MU YANG SHOLIH YANG BERBAKTI PADA ORANG TUA
Amin yaa mujibassaailin

Sumber:
Tulisan: Grup Facebook THOLABUL 'ILMI ADALAH IBADAH
Foto: esokhari.wordpress.com
Share this article :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bottom 3