Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Persoalan air berwarna hijau bisa timbul karena kesalahan kita saat menguras ruang filterisasi. Anda yang rajin membersihkan kolam ikan koi mungkin suatu hari akan kaget ketika menemukan air kolam Anda berubah warna menjadi hijau.
Warna air hijau memang masalah biasa. Ini bisa terjadi karena ketika membersihkan bagian kolam, Anda merasa tak ada lagi “bakteri” di dalam media filter atau penyaring. Akibatnya, kestabilan ekosistem kolam terganggu.

Penyebab Air Berwarna Hijau
Warna kehijauan tersebut adalah alga yang tumbuh subur karena ada oksigen, sinar matahari dan tingginya nitrat. Ketika alga dalam air mendapat pasokan makanan dari kotoran yang dikeluarkan oleh ikan, lalu mendapat sinar matahari, ia akan berfotoseintesis dan semakin berkembang biak. Saat populasi alga dalam kolam semakin bertambah banyak, air kolam akan semakin bertambah hijau.

Karakteistik kolam sebagai air yang tergenang baik di buat manusia maupun secara alam, dimana ada air tergenang dan terkena sinar matahari di situ akan timbul Phytoplankton. Phytoplankton adalah organisme yang ber-ukuran sangat kecil sekali berdiameter 15 milicorn, sehingga disebut mikroorganisme.

Phytoplankton termasuk dalam keluarga ganggang yang biasanya disebut dengan ganggang hijau, ganggang ini memiliki ribuan species. namun ganggang dapat dipisahkan menjadi 2 kategori.
- Kategori pertama,
Phytoplankton/Ganggang yang berserat, ganggang ini yang sering menjadi lumut di dinding kolam.
- Kategori kedua,
Ganggang ber-sel satu ini yang menyebar dalam air dan menyebabkan air kolam menjadi hijau.
Ganggang ber-sel satu juga memiliki berbagai jenis spesies, jenis spesies yang sering menjadi penyebab utama air hijau adalah ganggang biru- hijau yang dinamakan microcystis dan anabaena.
Karena sangat banyaknya kandungan ganggang di-dalam air se-olah2 air kolam menjadi hijau, sama seperti asap diudara semakin banyak dan tebal asap, se-olah2 udara menjadi putih, contohnya mega diudara terdiri dari kumpulan asap tebal.
Di samping penampilan Phytoplankton tidak menarik dan sangat mengganggu Phytoplankton tersebut juga dapat membahayakan ikan.

Air hijau sering menjadi masalah bagi para pemelihara KOI, terutama bagi pemula atau pada kolam yang baru dibuat, namun tidak menutup kemungkinan kolam yang sudah lama dan airnya jernih tiba-tiba airnya menjadi hijau.
Pada umumnya air hijau mulai terlihat ketika suhu air menjadi tinggi dikarenakan meningkatnya suhu udara akibat sinar matahari, terutama pada musim panas atau kemarau, oleh karena pada saat itu perkembangan Phytoplankton menjadi sangat sangat pesat.

Tingkat Pertumbuhan Phytoplangton
Kondisi yang sangat berpengaruh membuat air menjadi hijau adalah, suhu/temperatur air, pada suhu air di atas 250C pertumbuhan Phyoplankton lebih pesat di bandingkan suhu air yang lebih rendah, air hijau biasanya hanya terjadi pada musim panas, ketika temperatur mulai meningkat.
Maka jelaslah sudah bila kolam yang terbuka (terkena sinar matahari) memiliki resiko yang lebih tinggi untuk masalah air hijau.
Sepeti layaknya tanaman, Phyoplankton juga melakukan fotosintesa untuk tumbuh pada saat proses fotosintesa berlangsung, Phytoplankton menyerap energi dari sinar matahari, oksigen terlarut dalam air, dan nutrisi dalam kandungan air, khususnya nitrat yang dihasilkan oleh bakteri nitrifikasi.

Air Kolam Selalu Jernih
Ada beberapa kolam yang tidak pernah mengalami masalah dan airnya selalu jernih,
Penyebabnya adalah, tidak tersedianya fasilitas untuk berkembangnya Phytoplankton, misalnya kolam indoor atau karena air kolam yang bersuhu rendah.
Namun terdapat pula teori lain yang menjelaskan bahwa di dalam system filter biologi terdapat jenis bakteria alami yang mengkonsumsi jasat mati (bakteri heterotrophic), bakteri ini terbentuk dengan sendirinya ketika bakteri mengkonsumsi ganggang yang mati, bakteri ini menghasilkan antibiotic yang dapat membunuh dan melemahkan ganggang, hingga suatu saat dimana tercapainya ekosistem/keseimbangan dalam system filter biologi, ganggang atau Phytoplankton tidak dapat tumbuh lagi,

Air Kolam Jernih Tiba-tiba Menjadi Hijau
Tidak menutup kemungkinan kolam yang pada awalmya baik-baik saja alias tidak bermasalah tiba-tiba airnya menjadi hijau, hal ini biasanya terjadi pada musim panas/kemarau karena naiknya suhu air atau kolam terkena sinar matahari secara langsung,
Pada saat panas/kemarau suhu air di dalam kolam cenderung meningkat, dengan meningkatnya suhu maka tingkat pertumbuhan Phytoplangton atau Ganggang menjadi pesat (Booming),
Pada saat musim penghujan atau saat suhu rendah dengan kondisi yang ada kolam tidak ada masalah alias apik-apik wae, namun saat tingkat pertumbuhan Phytoplangton/Ganggang booming, air kolam menjadi hijau,
Penyebab terjadinya kasus ini adalah, kurang maksimalnya fungsi kerja filter atau terjadi perubahan pada kondisi air, sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan/ekosistem.
Perubahan air jernih menjadi hijau dapat pula terjadi karena pembersihan pada filter/chamber filter biologi, sehingga ekosistem/tingkat keseimbangan berubah dan membuat air menjadi hijau, namun perubahan itu akan kembali normal (air kembali jernih) pada saat dimana keseimbangan tersebut tercipta kembali.

Pengaruh negatif air hijau terhadap KOI.
Efek utama dari dampak air hijau adalah, pada daya pandang dalam air, sehingga bukan haya sulit untuk menikmati keindahan KOI, tetapi lebih sulit lagi dalam memberikan perhatian kesehatan secara fisik.
Efek negatif yang lebih membahayakan adalah ketika malam hari tiba, dimana Phytoplangon/Ganggang hijau mulai mengkonsumsi oksigen akan menghasilkan karbondioksida untuk proses respiratory sistemnya. Sehingga menyebabkan turunnya kadar oksigen dalam air dan mempunyai efek secara tidak langsung terhadap pertumbuhan bakteri pada filter bioologi maupun KOI.

Pengaruh positif air hijau terhadap KOI.
Disamping segi negatif, air hijau juga memiliki beberapa segi positif yang mana pada air hijau sering terkandung ganggang hijau lainnya, seperti : Chlorelia, Cloterium, dan Spirulina,
Air dengan kandungan chiorelia yang tinggi, biasanya juga mengandung Daphnia dan Zooplankton lainnya, yang menjadi sumber makanan untuk ikan.
Spirulina juga baik untuk ikan KOI. karena Spirulina dapat meningkatkan kesehatan dan mencerahkan kualitas warna KOI.
Oleh karena itu, seringkali ikan yang hidup pada air hijau memiliki kualitas warna yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Untuk mendapatkan kebutuhan seperti disebutkan diatas caranya adalah, membiarkan hidup Ganggang/Lumut yang berada pada dinding kolam dengan catatan Ganggang/Lumut yang berada didalam air harus bersih karena ganggang yang berada didalam air menjadi penyebab hijaunya air.

Cara Mengatasi
Untuk mengatasinya, menurut Budi Wijaya dari Fish Paradise dalam buku Panduan Lengkap Memelihara Koi, caranya adalah dengan dengan memakai sistem filter yang baik dan lampu ultra violet. Kapasitas filter tersebut mesti mencapai 30 – 40 persen dari volume air kolam. Kapasitas filter yang cukup besar membuat alga tak bisa berkembang pesat karena air keburu masuk ke dalam filter lagi.

Hal penting lainnya, sistem filter sebaiknya merupakan gabungan antara mekanik, biologi, dan kimia. Terakhir, pasang lampu UV di atas chamber terakhir filter yang akan masuk dalam kolam. Sinar ultraviolet dari lampu ini cukup ampuh membunuh bakteri, juga membuat air yang masuk ke kolam juga tetap jernih.

Bagi yang tertarik, langkah ini disarankan terutama dua minggu pertama ketika kolam koi dipakai. Filter yang memiliki UV akan mengikat alga menjadi gumpalan yang mudah disaring. Filter lantas menjadi mudah dibersihkan, karena ketika kotoran menumpuk, hanya dengan 2 -3 kali pembasuhan saja media filter bisa digunakan kembali.

Berbagai Sumber


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top