Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Kisah Mencekam Farhan Ketika Terjebak di Bunker Afghanistan--- Detikhot - Presenter Farhan mengalami kejadian yang cukup mencekam di Afghanistan pada Minggu (15/4/2012) malam waktu setempat. Ia terjebak di hotel dekat terjadinya serangan oleh kelompok Taliban.

Pengalaman mencekam itu dituangkan Farhan lewat akun Twitter-nya, @farhandeltafm. Ketika itu, Farhan baru saja selesai makan siang di KBRI Kabul, kemudian serangan terjadi.
Farhan bersama tiga orang wartawan Indonesia langsung mengamankan diri menuju bunker di Hotel Star Park. Ia berada 5 kilometer dari pusat serangan di Kabul Star Hotel.
"Sampai 15/4 jam 24:00 waktu Kabul, kami masih di hotel Star Park, 5 km dari pusat serangan di Kabul Star Hotel #kabulattack," tulis Farhat sekitar 12 jam lalu.

Menurut Farhan, Kabul Star hotel jadi pusat serangan karena ada di pinggir jalan protokol, dan banyak dihuni ekspatriat & dekat kedutaan negara barat. Tempat Farhan dan para wartawan lain pun dijaga ketat keamanan swasta bersenjata 24 jam dari Inggris.

Setelah baku tembak usai, Farhan dan orang-orang yang berada di bunker itu kemudian dijemput dengan pengamanan ketat. masing-masing mengenakan rompi anti peluru untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Farhan pun mengaku jika dirinya merasa bersyukur atas koordinasi dan bantuan yang dilakukan KBRI untuk memastikan dirinya dan teman-temannya selamat. "Menlu RI akan pastikan & pantau langsung kepulangan kita ke tanah air, koordinasi dg KBRI luar biasa!" tulis Farhan lagi.
Ia juga bersyukur karena dirinya bisa selamat dan kembali dari Indonesia. Sahabat dekat Indy Barends itu kini bisa tidur dengan nyenyak setelah tiba kembali di Tanah Air.
"Sekarang sih sudah tenang, padahal kemarin itu bersama teman-teman yang lain. Total ada sekitar 50 orang dari berbagai negara berada di bunker itu. Mereka panik dan ketakutan. Tapi saya nggak sempat mendokumentasikan peristiwa tersebut. Jangankan mendokumentasikan. Buat foto-foto saja nggak boleh," ujar Farhan.

Telepon Farhan terus menjerit. Segenap keluarga, teman, dan kolega menghubunginya untuk mengetahui kondisinya. "Kalau keluarga menanyakan keselamatan dan kepastian," ujarnya.

Farhan bersama tiga orang wartawan Indonesia lainnya tiba di Kabul 10 April lalu untuk memberikan pelatihan bagi staf Kementerian Antinarkoba Afghanistan dalam kerangka Colombo Plan.

Diolah dari: Detikhot dan Kapanlagi.com


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top