Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Kini, PSSI bukanlah PSSI era 2010-2015 yang berseberangan dengan pemerintah. Kini, PSSI bersinergi dengan pemerintah untuk meraih sukses. Untuk jangka panjang, timnas akan dibentuk dengan pembinaan usia muda yang lebih baik dan penyediaan infrastrukur yang baik pula. Untuk jangka pendek, PSSI sendiri memiliki rencana untuk memulangkan talenta Tanah Air yang berkarier di luar negeri untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Selain itu, PSSI juga akan melakukan naturalisasi. Sejumlah nama pemain naturalisasi kabarnya sudah masuk dalam kantong Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla. Saat ini, Luis Milla sedang memantau pemain-pemain lokal yang berlaga di Piala Presiden.
Pemain-pemain muda itu akan disiapkan untuk mengisi skuad U-22 mengikuti Sea Games 2017.

Deputi IV Kemenpora, Gatot S Dewa Broto pun mendapat permintaan dari duta besar (dubes) Indonesia di Spanyol agar Menpora Imam Nahrawi mengirim surat ke seluruh para Dubes di Eropa dan Timur Tengah. Sebab, banyak pemain berdarah Indonesia yang berpotensi di Eropa dan Timur Tengah.
“Saya dapat kabar pagi tadi. Banyak pemain potensial yang ingin kembali ke Indonesia,” kata Gatot, Minggu (1/1/2017).
Kembalinya pemain berdarah Indonesia ke Nusantara bukan berarti Timnas fokus pada pemain naturalisasi saja. Gatot menegaskan segala peluang harus diambil pemerintah.
Menyinggung soal pemain naturalisasi, Gatot juga memberi informasi terkait pemain Ajax B, Ezra Walian yang ingin membela Timnas Indonesia. Gatot menanggapi positif keinginan Ezra.
Para pemain Indonesia maupun keturunan Indonesia di luar negeri harus mendapat perhatian. Gatot berharap, para pemain bisa membela tanah air Indonesia untuk memajukan sepak bola Indonesia.
Selain Ezra, ada satu lagi pemain Ajax. Namun Gatot belum bisa memunculkan namanya.
Sementara itu, ada dua orang pemain berdarah Indonesia di Valencia yang berpotensi dinaturalisasi. Sedangkan di Timur Tengah ada Andri Syahputra (16) yang bermain untuk Al Gharafa FC.
“Jangan sampai dia diambil Qatar,” papar Gatot.

Namun, di antara pemain tersebut, ada yang berminat membela Indonesia, namun ada juga yang lebih memilih negara tempat ia berada sekarang.
Berikut beberapa pemain sebaaimana dikutip dari fourfourtwo.com.

Sandy Walsh (KRC Genk)
Darah Indonesia ia dapat dari sang ibu, yang memiliki darah Indonesia-Belanda. Ia kini bermain untuk salah satu klub Belgia, KRC Genk. Di usianya yang masih 21 tahun, Walsh tentu memiliki banyak opsi untuk membela negara mana yang ia bela ke depannya.
Kendati demikian, pemain yang berposisi sebagai bek ini sepertinya masih memprioritaskan membela Oranje. Lumrah saja, pemuda kelahiran tahun 1995 tersebut sejauh ini sudah membela timnas Belanda di berbagai level junior, di antaranya U-15, U-16, U-17, U-18, U-19 dan U-20.

Thom Haye (Willem II)
Thom Haye ini adalah rekan satu tim Sandy Walsh di timnas Belanda U-20. Dia memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Sulawesi Utara. Musim ini bersama Willem II, Haye cukup sering bermain, yakni 21 kali.
Haye sendiri berposisi sebagai gelandang serang baik di klub maupun timnas. Di tahun 2013, ia menjadi pemecah kebuntuan Oranje ketika sukses menekuk Jerman di partai terakhir fase grup kualifikasi Euro U-19.
Akan menjadi hal yang sulit jika PSSI ingin menaturalisasinya menjadi warga negera Indonesia mengingat permainannya yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Darren Sidoel (Ajax Amsterdam U-19)
Calon full-back enerjik Ajax Amsterdam ini secara konsisten mampu naik level demi level bersama tim junior. Mengawali karir muda bersama klub tempat dimana dia lahir, Ado Den Haag, di 2012, ia kemudian langsung diangkut oleh akademi Ajax setahun setelahnya.
Tak perlu waktu lama untuk sang pemuda, dalam rentang waktu dua tahun, Sidoel sudah naik ke level U-17 dan U-19. Musim ini, jumlah penampilan pemain yang memiliki keturunan Jawa-Suriname ini sudah menyentuh angka 9.
Belum diketahui apakah Sidoel berminat untuk membela tim nasional Indonesia atau tidak. Namun, sementara ini, ia masih tercatat sebagai warga negara Belanda.

Lorenzo Pace (Trastevere)
Usaha PSSI untuk menaturalisasi Pace sepertinya tidak akan bertepuk sebelah tangan setelah sang pemain juga menunjukkan ketertarikannya membela tim Garuda. Eks Lazio itu sendiri lahir di Bandung 21 tahun yang lalu.
Berposisi sebagai gelandang, Pace yang sempat berkostum Lazio dari 2012 hingga 2015 sudah tampil sebanyak 11 kali dan mencetak satu gol.

Kevin Diks Bakarbessy (Fiorentina)
Bek muda yang lahir di Belanda ini memiliki garis keturunan Maluku, hal tersebut bisa dilihat dari nama terakhir yang menunjukkan marga Bakarbessy. Musim ini, pemain 20 tahun itu menjalani masa pinjaman ke klub asalnya, Vitesse, dari Fiorentina.
Kevin sendiri masuk dalam bidikan federasi untuk dinaturalisasi nantinya. Perihal itu, masih belum diketahui apakah sang pemain berminat. Pasalnya, ia kini masih tergabung dalam tim nasional Belanda U-21.

Emil Audero Mulyadi (Juventus)
Sulit rasanya untuk membujuk Emil berseragam tim nasional Indonesia. Performanya yang cukup mengesankan bersama Juventus, di mana ia kini menjadi kiper ketiga Bianconeri, membuat sang pemain masih berusaha sekuat tenaga untuk masuk skuat timnas Italia di masa depan.
Terlebih, kualitas pemain yang mendapat gelar The Young Italy Talents of The Future 2012 itu masih diakui oleh Massimiliano Allegri hingga kini. Di timnas, Emil sudah tampil sebanyak 20 kali mulai dari level U-15 hingga U-20.
Pemuda 20 tahun tersebut memiliki darah Indonesia yang berasal dari sang ayah, tepatnya yang lahir di kota Mataram, Lombok, sementara darah Italia ia dapat dari ibu.
Namun, dikutip dari tribunnews.com, tampaknya PSSI akan kesulitan untuk menaturalisasikan pemain kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 18 Januari 1997 tersebut. Sebab, Emil memilih untuk menjadi warga negara Italia ketimbang Indonesia.
Hal itu disampaikan langsung oleh ayah dari Emil, Edy Mulyadi, yang mengatakan anaknya segera membela Timnas Italia pada tahun 2020 nanti.

Jordy Tutuarima (SC Telstar)
Mantan rekan setim Stefano Lilipaly ini sangat antusias untuk bisa membela tim Garuda di waktu yang akan datang. Ketika Indonesia berlaga di ajang Piala AFF Suzuki 2016 lalu, Jordy dengan rajin mengunggah foto-foto skuat Garuda seraya memberikan semangat.
Darah Indonesia yang ia miliki berasal dari kakeknya yang merupakan orang Maluku, Ambon. Sejauh ini, pemain 23 tahun tersebut masih aktif bermain untuk SC Telstar. Ia juga dinilai sebagai pemain yang sanggup bermain baik di posisi bek dan sayap.
Samuel Nainggolan (Brisbane Roar)
Pemuda kelahiran 1996 ini merupakan pemain berdarah Indonesia-Italia. Ayahnya berasal dari Sumatera Utara, sedangkan Ibunya adalah orang Italia yang lahir di Australia. Secara teknis, Samuel bisa bermain untuk tiga negara tersebut.
Meski menyatakan cinta dengan Indonesia, namun pemain yang mengidolakan Radja Nainggolan tersebut lebih memilih timnas Australia untuk saat ini. "Saya dibesarkan di Australia dan untuk bisa bermain bagi Socceroos adalah mimpi yang menjadi kenyataan," pungkasnya.

Jamarro Diks Bakarbessy (GVVV Veenendaal)
Pemain 21 tahun ini berposisi sebagai penyerang. Sama dengan saudaranya, Kevin Diks, Jamarro adalah pemain sepakbola muda yang punya darah keturunan dari Maluku, Ambon.
Sepertinya, nasib sang kakak tidak lebih baik dari sang adik. Terbukti, Jamarro saat ini bermain untuk klub kasta ketiga liga Belanda, GVVV Veenendal, di mana dia baru mencatatkan satu kali penampilan.

Indonesia memainkan pemain naturalisasi pertama kali saat pagelaran Piala AFF 2010. Kala itu ada nama Irfan Harys Bachdim dan Cristian Gonzales yang bermain sebagai penyerang.
Penampilan keduanya bersama Timnas Indonesia cukup impresif. Bahkan Timnas Indonesia bisa melaju ke final sebelum akhirnya dikalahkan Malaysia.
Setelah dua pemain itu, pemain naturalisasi yang bermain untuk Timnas Indonesia semakin banyak. Ada nama Raphael Maitimo, Van Dijk sampai Stefano Lilipaly.

Berbagai sumber


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top