Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...


Sampai saat ini, prestasi sepak bola Indonesia masih belum beranjak naik pamornya, belum pernah lagi merasakan manisnya menyandang predikat juara di tingkat internasional. Kesuksesan tim nasional (timnas) Indonesia masuk final AFF 2010 tempo hari pun karena kerja keras pemain dan dukungan rakyat yang sangat besar, bukan prestasi pengurus PSSI.
Justru puncaknya pada final yang akhirnya timnas harus menelan kekalahan di leg pertama (0-3) dari Malaysia, yang lebih disebabkan manajemen buruk pengurus PSSI yang mencoba mencampuradukkan dengan kepentingan politik elite PSSI. Belum lagi ada isu bahwa kekalahan timnas juga disebabkan masalah nonteknis yang memalukan.

Cara-cara licik:
-mengintimidasi asosiasi sepakbola Filipina agar tidak mengizinkan Younghusband bersaudara main di klub LPI (Jakarta 1928)
-mengajak anggota/pengda plesiran ke Qatar di Piala Asia 2011
-Mengadakan kongres tahunan secara tertutup
-memajukan jadwal kongres dari bulan April menjadi Mei, sehingga tidak ada wkt untuk calon mengajukan diri
-memindahkan tempat kongres ke pulau Bintan
-mengubah redaksi kalimat statuta FIFA ttg syarat ketum asosiasi sepakbola, untuk menjegal calon lain
-mengiming-imingi anggota pssi (klub) sharing keuntungan
-melihat byk yg pindah ke LPI, lantas mengikuti utk mnyerahkan saham klub yg biasanya dikuasai BLI mjd 99% milik klub
-ikut2an memakai wasit asing

Prestasi buruk PSSI lainnya sebagaimana yang dimuat di Media Indonesia:
-Kegagalan timnas Indonesia pada penyisihan SEA Games Laos. Kala itu Indonesia menjadi juru kunci di grup dan kalah dari tuan rumah.
-Pada Kejuaraan Junior Asia, di bawah 20 tahun, Indonesia menjadi juru kunci di grup sehingga dalam kualifikasi tidak berhasil masuk.
-Kejuaraan Asia di Doha, Qatar, tim kembali kalah di kualifikasi, dan menjadi juru kunci di grup.
-Kemarin ada dibanggakan, dinilai sebagai keberhasilan masuk final di AFF Cup 2010. Masuk final di AFF Cup bukan sesuatu yang istimewa. Kita sudah dua kali masuk final sebelumnya, dan kita kalah terhormat, adu penalti.
-Lebih dari itu suasana persepakbolaan di Indonesia sekarang ini diwarnai adanya pelampiasan ketidakpuasan, kekecewaan. Terbentuknya Liga Primer Indonesia (LPI) adalah contoh konkretnya.

Save Our Soccer (SOS) dalam pernyataan pers mereka, menyebutkan tiga poin mengenai rekam jejak Nurdin Halid sebagaimana diberitakan oleh detiksport:

1. Pernah menjadi terpidana dalam kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar tahun 2007 dan telah divonis 2 tahun penjara.
2. Diduga terjerat kasus suap pada pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia (baca: kasus korupsi cek pelawat). Hamka Yamdu selaku terdakwa di persidangan di PN Tipikor (27/4/2010) bahkan menyebutkan Nurdin Halid menerima Rp 500 juta.
3. Putusan Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (2/2/2011) mengungkapkan bahwa Nurdin Halid menerima uang sebesar Rp 100 juta dari Aidil Fitri, mantan Manajer Persisam yang telah terbukti melakukan korupsi dana APBD untuk klub senilai Rp 1,7 Miliar.

"Padahal jika berdasarkan statuta FIFA bahwa terpidana tidak boleh menjabat sebagai ketua PSSI. Hal ini tersirat dalam statuta FIFA Pasal 32 ayat 4 yang berbunyi, 'The members of the Executive Committee... must not have been previously found guilty of a criminal offence.' Artinya, anggota komite eksekutif tidak boleh pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal," demikian SOS.

BERIKUT KUTIPAN BERITA TENTANG KEBOBROKAN PENGURUS PSSI YANG SEKARANG


Usaha-usaha PSSI menghilangkan Suara yang Menentang Mereka

Genderang perang ditabuh La Nyalla Mattalitti. Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur (Jatim) ini menyatakan siap melawan Nurdin Halid. Sebab, ketua umum PSSI ini dianggapnya menghambat agenda pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) PSSI Jatim.
”Saya akan melawan Nurdin, termasuk orang-orangnya, jika tidak segera menggelar Musprovlub sebelum kongres PSSI,” katanya. Ancaman Nyalla tidak hanya gertak sambal. Terbukti, PSSI Jatim di bawah Plt Vigit Waluyo yang selama ini menempati Kantor Pemuda Pancasila di Jalan Kertajaya, Surabaya, diusir kemarin pagi.
”Belum sempat kami datang, pengurus PSSI Jatim sudah membawa semua barangnya keluar jam tiga dini hari. Ini menjadi pelajaran bagi yang ingin mengkhianati Jatim,” tandas Nyalla.
Selain mengusir pengurus PSSI Jatim dari kantornya, Nyalla juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim untuk kembali menuntaskan kasus dugaan korupsi Haruna Sumitro. Haruna adalah mantan ketua Pengprov PSSI Jatim yang sudah mengundurkan diri.
”Mumpung kepala Kejati-nya baru, kami akan minta korupsi Haruna segera diproses. Dia kaki tangan Nurdin, meski sudah mundur, masih ikut-ikutan merusak sepak bola Jatim,” lanjutnya.
Nyala menambahkan, agenda Musprovlub harus digelar paling lambat akhir Februari ini. Alasannya, selain agar persiapan sepak bola Jatim di PON tidak terganggu, juga menjaga harga diri Jatim dalam Kongres PSSI di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret mendatang.
”Masa di kongres nanti Jatim tidak punya ketua umum definitif, itu sama saja menginjak harga diri kami. Masa kami mau dibilang tidak punya ketua, karena ketuanya koruptor dan sudah mundur,” tandas Nyalla.
Bahkan, jika PSSI tidak segera menggelar Musprovlub, dia siap menggalang kekuatan untuk melawan Nurdin. ”Jatim punya 17 suara, saya minta untuk tidak mendukung Nurdin dalam kongres nanti. Cari calon lain yang bisa membersihkan sepak bola dari tangan kotor,” tandasnya.
Pernyataan Nyalla ini dibuat seusai bertemu dengan Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam, kemarin. Kabarnya, Andi datang untuk merayu Nyalla agar tidak terlalu vokal dan menyetujui Musprovlub digelar setelah Kongres PSSI. Alasannya, jika Musprovlub digelar pada Kamis (17/2), tidak sesuai dengan Statuta. Namun, rayuan ini ditolak Nyalla.
”Yang pasti harus Februari. Saya tidak peduli siapa ketua yang terpilih nanti, pasti saya dukung,” ujar Nyalla.
Sementara itu, Andi membantah jika kedatangannya ke rumah Nyalla sebagi utusan PSSI.”
Ini cuma silaturahmi dengan Nyalla, dia adik saya. Saya tidak punya kewenangan untuk menjawab, saya bukan Exco (komite eksekutif). Saya hanya berikan sumbang saran untuk adik saya. Selesaikan semuanya baik-baik,” ujar Andi, mengelak.
Sumber: http://bolaindo.com/?page=berita&sub=detail&id=15642


Usaha-usaha PSSI menjegal Saingan Mereka

Setelah sempat menjadi polemik tentang hilangnya kertas suara yang mendukung Arifin Panigoro, akhirnya Tim verifikasi memastikan bahwa Arifin Panigoro mendapat dukungan satu suara dan dipastikan masuk dalam bursa bakal calon (Balon) ketua umum PSSI periode 2011-2015 jelang Kongres PSSI pada 19 Maret 2011 di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Masuknya pengusaha Arifin Panigoro itu diketahui setelah PSSI melakukan penelitian ulang dari berkas-berkas dukungan pencalonan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang diberikan oleh pemilik suara.
Sekjen PSSI Nugraha Besoes di Jakarta, Kamis, mengatakan hal itu semata-mata karena adanya kesalahan input atau penempatan nama bakal calon tersebut.
"Sejak awal seharusnya nama Arifin Panigoro dimasukkan ke dalam kolom balon ketua umum, bukan wakil ketua umum," katanya dikutip dari Humas PSSI.
Dari penelitian ulang yang dilakukan tersebut, nama Arifin Panigoro ternyata memang memperoleh dukungan satu suara dari Pengprov PSSI NTB.
Disamping nama Arifin Panigoro, Pengprov PSSI NTB juga memasukkan nama George Toisutta dalam posisi wakil ketua umum, dan mantan manajer Persija IGK Manila untuk posisi anggota Komite Eksekutif (Exco).
Dengan masuknya Arifin, maka bakal calon untuk Ketum PSSI menjadi empat orang. Tiga lainnya sudah disebutkan pekan lalu yakni Nurdin Halid, George Toisutta, dan Nirwan D Bakrie.
Nugraha juga menjelaskan rekapitulasi dukungan pemberian suara dari pengprov PSSI Jambi, KSB Sumbawa, Persisum Sumbawa dan PS Bungo.
Nugraha Besoes menegaskan dukungan suara dari pengprov PSSI Jambi masing-masing diberikan kepada Nurdin Halid untuk posisi wakil ketua umum, Nirwan Dermawan Bakrie untuk wakil ketua umum, dan Iwan Budianto untuk posisi anggota Exco.
Sementara itu, pemberian suara dari KSB Sumbawa berturut-turut kepada Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, dan IGK Manila. Dari Persisum Sumbawa, kepada Nirwan Dermawan Bakrie, Ibnu Munzir dan Subardi. Sedangkan dukungan dari PS Bungo diberikan kepada Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, dan Muhammad Zein.
Kepastian majunya Arifin Panigoro juga disampaikan Sekretaris II Pengprov NTB, Moh Sabron, Kamis siang setelah diterima pihak tim verifikasi PSSI. Menurut Sabron, pihaknya diterima oleh Wahyudi dan Hardi Maksud, sebagai staf tim verifikasi.
"Pada prinsipnya formulir itu tetap otentik, dan pengajuannya juga sesuai pengajuan. Jadi nama Arifin Panigoro yang kami usulkan masuk dan sudah tercatat sebagai bakal calon Ketua Umum seperti tiga nama lainnya," kata Sabron. (antara)
Sumber: http://bolaindo.com/?page=berita&sub=detail&id=15716


Dua Petinggi PSSI Terlibat Suap Bangkalan

JAKARTA, KOMPAS.com — Manajer Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fatah, mengungkapkan, pihaknya telah memberikan uang suap sebesar Rp 150 juta kepada Ketua Badan Liga Amatir Indonesia Iwan Budianto pada Piala Suratin 2009. Imron mengungkapkan, mantan Ketua Umum Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur Haruna Soemitro terlibat dalam kasus suap ini.
"Total dana yang kami berikan adalah Rp 150 juta. Kami memiliki faktanya," ucap Imron saat dihubungi wartawan, Jumat (11/2/2011).
Imron mengatakan, dana tersebut untuk memuluskan gagasan klubnya menjadi tuan rumah final babak delapan besar Grup E Piala Suratin di Bangkalan. Gagasan tersebut, menurut Imron, mendapatkan respons dari rekan Iwan, Haruna Soemitro, yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov PSSI Jatim.
"Permintaan itu dikabulkan Iwan. Namun, Perseba harus membayarkan sejumlah dana kepada dia. Akhirnya, kami memberikan dana tersebut dan kami menjadi juara," ujar Imron.
Dana tersebut, kata Imron, ditransfer sebanyak tiga kali. "Transfer pertama sebesar Rp 50 juta pada 6 November 2010 dan transfer ketiga sebesar Rp 75 juta masuk ke rekening Haruna. Total Rp 125 juta masuk ke rekening Haruna. Sementara transfer kedua senilai Rp 25 juta langsung masuk ke rekening Iwan," tutur Imron.

Lebih lanjut, Imron mengungkapkan, dirinya mengungkap kasus suap semata-mata ingin kebobrokan di PSSI terkuak. "Saya tak peduli lagi. Kasus ini penting saya ungkapkan demi kemajuan sepak bola pada masa depan," katanya.
Sebelumnya Iwan menampik dana tersebut adalah suap. "Waktu itu, saya sedang tidak punya uang sama sekali untuk membayar fasilitas bus untuk tim Piala Asia U-19 di Bandung. Saat itulah, ada temannya Imron yang menjembatani untuk mendapatkan pinjaman. Saat itu saya meminjam Rp 50 juta, tetapi tidak semua milik Imron. Sebanyak Rp 25 juta lainnya milik teman saya," ucap Iwan saat ditemui wartawan di kantornya beberapa pekan lalu.
Sumber: http://m.kompas.com/news/read/data/2011.02.12.11405841


Jelang Kongres Bintan, PSSI mengajak anggotanya ke Eropa Lagi

Pengurus Cabang PSSI Bojonegoro menuding, acara jalan-jalan yang difasilitasi PSSI Pusat ke sejumlah negara di Eropa hanya menghambur-hamburkan uang. Acara itu juga diduga menyimpan agenda, berupa konsolidasi pengurus untuk pemenangan Nurdin Halid kembali menjadi Ketua Umum PSSI.
“Saya bilang ini menghambur-hamburkan uang saja,” kata Ketua Pengurus Cabang PSSI Bojonegoro, Letnan Kolonel Taufik Risnendar, pada Tempo Sabtu (12/2) siang.
Menurut bocoran yang diterima Taufik Risnendar, rombongan yang digagas PSSI Pusat, akan berangkat dari Jakarta pada 5 Maret dan pulang pada 17 Maret. Rombongan, yang terdiri dari seluruh klub peserta Liga Super, justru tidak pulang ke rumahnya, tetapi langsung menuju ke Pulau Bintan tempat digelarnya Konggres PSSI dilangsungkan.
Selama keliling di beberapa tempat di Eropa, mereka akan mengunjungi beberapa klub terkenal, termasuk Barcelona dan Real Madrid di Spanyol.
Taufik menduga, jalan-jalan itu untuk konsolidasi. “Isinya, ya pemenangan untuk Nurdin Halid. “Ini yang saya sebut pembodohan terhadap olah raga,” tandas Komandan Kodim Bojonegoro ini.
Yang dipertanyakan, selama jalan-jalan ke Eropa itu, lanjut Taufik Risnendar, seluruh akomodasi dan keperluan akan ditanggung oleh PSSI Pusat. Artinya, kemudian ada pertanyaan, dari mana anggaran sebesar itu. Terus, apa relevansinya untuk olah raga. Jika misalnya, hanya untuk melihat-lihat markas klub-klub terkenal, apakah itu bermanfaat dri sisi pembinaan. Lebih baik bila anggaran itu dimanfaatkan untuk membantu klub-klub di Tanah Air ini.
Pengcab PSSI Lamongan dan Persela Lamongan menyatakan menolak untuk ikut acara jalan-jalan ke sejumlah tempat di Eropa. Alasannya, bahwa tim Persela kini tengah menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia dengan lebih serius.
Menurut Ketua Harian Persela Lamongan, Yurohnur Effendi, penolakan itu sudah disampaikan jauh hari sebelumnya. Alasannya sederhana, yaitu jangka waktu bepergian sekitar dua pekan, akan menyita waktu dan perhatian pemain-pemain Persela.
Namun, lanjut Yurohnur, soal apakah pengurus-pengurus cabang PSSI atau club-club sepak bola, yang ikut rombongan, dirinya tidak bisa melarang. “Maaf kita tidak bisa ikut,” tegasnya pada Tempo, Jumat (11/2) lalu. Pengurus Persela memilih tidak ikut karena alasan kesibukan. (sujatmiko/tempo)
Sumber: http://bolaindo.com/?page=berita&sub=detail&id=15774


Baca juga:
# Timnas U-23: Ada Pemain Calon Naturalisasi
# Membandingkan LSI (PSSI) dengan LPI
# Timnas U-23: Kumpulan Anak Muda Berbakat
# Curhat Bambang 'Bepe' Pamungkas Usai Piala AFF 2010
# Curhat Bambang 'Bepe' Pamungkas Usai Kemenangan Leg 2 Tapi Gagal Juara


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top