Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Seperti yang pernah diucapkan oleh Veer kepada Tapasya, "Apapun yang dilakukan Tapasya, itu hanyalah untuk dirinya sendiri. Ia tak pernah melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain." Itu sudah sifat dasar Tapasya. Diceritakan, pernikahan Vansh dan Ichcha bukanlah akhir dari masalah. Pada hari pernikahan Ichcha dan Vansh, Tapasya menjebak Vansh dengan mengajaknya ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat foto-foto pertunangan Ichcha dan Veer dulu. Vansh terkejut sekaligus marah mengetahui Ichcha pernah dicintai oleh Veer.......
Ia pun hendak membatalkan pernikahannya dengan Ichcha. Tapi nenek dan Tapasya dengan penuh kepalsuan meyakinkan Vansh bahwa itu hanyalah masa lalu, dan tak pernah ada pernikahan antara Veer dan Ichcha. Tujuan Tapasya memang hanya ingin menanamkan kebencian di hati Vansh. Dan ia berhasil. Vansh tetap melanjutkan pernikahannya dengan Ichcha, dengan kebencian meliputi hatinya karena merasa dihianati oleh Ichcha dan Veer.

Rencana Tapasya membuahkan hasil, karena bahkan malam pertama pernikahan Ichcha dan Vansh telah terjadi perang dingin. Vansh dengan terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak bersedia menerima cinta sisa dari adiknya. Ichcha terkejut mengetahui Vansh baru marah sekarang, bukan setelah menerima suratnya dulu. Meski Vansh mengatakan ia bisa menerima masa lalu Ichcha, tetap saja Ichcha panik ketika Vansh meninggalkan rumah. Ia berteriak meminta Veer untuk mencari kakaknya. Saat itulah, Ichcha menemukan suratnya yang telah diganti. Surat itu tidak lagi berisi tentang kisah masa lalunya dengan Veer, seperti yang ia tulis, tapi berisi tentang masa lalunya di kampung dulu. Ia mengenali tulisan tangan itu. Itu bukan tulisannya. Itu tulisan Tapasya. Ia tahu Tapasya tidak ingin tahu masa lalu yang sebenarnya. Karena itu, Ichcha pun kehilangan kesabaran dan menamparnya. Tamparan pertama setelah sekian lama teraniaya. Ichcha meminta Tapasya untuk tidak mengganggu kehidupannya bersama Vansh. Ia juga mengatakan, sudah cukup berkorban banyak demi kebahagiaan Tapasya, jadi ia tidak mau berkompromi lagi jika Tapasya mengganggu kehidupannya.

Setelah mendapatkan tamparan dari Ichcha, Tapasya ngambek dan meninggalkan kediaman Bundela. Ia bersumpah hanya akan kembali jika Ichcha dan Veer memohon kepadanya. Veer pun mencoba meyakinkan Vansh bahwa hubungannya dengan Ichcha hanyalah masa lalu. Ia bahagia dengan pernikahannya. Tapi perkataan Veer itu dimanfaatkan Tapasya untuk membujuk Veer kembali kepadanya. Didukung oleh Vansh yang bersedia menerima kembali Ichcha sebagai istrinya jika Tapasya memang bahagia bersama Veer.

Tapi tingkah Vansh semakin menjadi. Kebenciannya pada Ichcha tak juga sembuh. Ia bahkan menyalahkan seluruh keluarganya karena telah berkomplot untuk menyembunyikan kenyataan itu darinya. Bahkan hal sederhana yang dilakukan Ichcha pun ia tak menyukainya. Vansh mencintai Ichcha dengan sangat, tapi sekaligus membencinya setiap kali mengingat hubungannya dengan adiknya. Ia pun memaksa Tapasya untuk mengatakan bahwa ia bahagia menikah dengan Veer. Hal itu dimanfaatkan Tapasya untuk membujuk Veer di hadapan Vansh. Ia ingin Veer mengajaknya kembali pulang, tapi berpura-pura menolak untuk kembali pulang.

Veer pun kemudian menemui tuan Thakur dan melamar Tapasya kembali. Ia berkata bersedia menerima Tapasya kembali sebagai istrinya, selamanya. Tuan Thakur bingung, karena itu adalah Veer yang sama yang hendak menceraikan putrinya. Namun Veer menjanjikan hubungan yang lebih baik. Tuan Thakur pun setuju. Tapasya dibawa Veer kembali ke kediaman Bundela. Hal itu membuktikan pada Vansh bahwa Tapasya bahagia bersama Veer. Demi memperbaiki nama baiknya, Tapasya berkata bahwa Vansh seharusnya lebih mempercayai Ichcha jika memang mencintainya.

Akhirnya, Vansh pun berbaikan dengan Ichcha. Di depan semua orang, Vansh menjadi kekasih yang hangat. Tapi jika sendirian, bibit kebencian dan keraguan itu muncul kembali. Apalagi, saat berkunjung ke sekolah Ichcha dan mendengar anak-anak berceloteh tentang kisah Veer dan ichcha, ilusinya pun kembali muncul. Meski begitu, ichcha dengan sabar selalu meyakinkan Vansh bahwa semua itu hanyalah masa lalu. Bahkan, demi meyakinkan kakaknya, Veer mencoba dengan keras untuk memulai hidup baru dengan Tapasya. Namun tetap saja ia tidak bisa menikmati pernikahannya. Tapasya yang kesal karena tak pernah berhasil merayu Veer, bersumpah untuk merusak kebahagiaan Ichcha juga.

Saat mereka berempat ke kuil untuk pemberkatan, pendeta berkata bahwa kejadian masa lalu akan terulang kembali. Mendengar hal itu, dengan sengaja Tapasya menukar ‘puja thali’ nya Ichcha hingga terikat dengan milik Veer. Vansh yang melihat hal itu mengira Ichcha sengaja agar ucapan sang pendeta tadi ada benarnya. Ia pun menuduh Veer masih punya hubungan khusus dengan Ichcha.

Veer pun akhirnya kehilangan kesabaran menghadapi keraguan kakaknya yang terus menerus. Tapi Ichcha memintanya untuk bersabar, karena obat untuk semua keraguan itu hanya kesabaran dan cinta. Kelak, kakaknya akan menjadi kekuatan terbesar. Dan Vansh mendengar semua itu. Ia pun merencanakan bulan madu untuk mereka berempat. Veer sebenarnya agak enggan, tapi Vansh terus menyemangati. Sepertinya ia punya agenda tersembunyi dalam acara bulan madu itu.

Ternyata benar, Vansh merencanakan sesuatu. Malam saat di hotel, tiba-tiba ia mengajak Ichcha ke sebuah pondok di tengah hutan. Di sana, ia mencekoki Ichcha dengan obat tidur dan meninggalkannya sendirian. Lalu ia kembali ke hotel dan mengatakan bahwa Ichcha tersesat sendirian di hutan. Veer dan Tapasya pun mencarinya ke hutan. Tapi Vansh mengajak Tapasya untuk ikut bersamanya. Ia ingin mengetes kesetiaan keduanya. Paginya, Vansh dan Tapasya mendapati Veer dan Ichcha sudah kembali ke dalam hotel. Seorang dokter sedang memeriksa keadaan Ichcha. Berkat halusinasinya, Vansh menuduh Veer masih ada hubungan dengan Ichcha. Meski Veer meyakinkan Vansh sekuat apapun, halusinasi telah menumbuhkan kebencian teramat sangat di hati Vansh. Veer merasa terluka karena telah dijebak oleh kakaknya. Ichcha pun demikian, merasa sakit hati karena suaminya telah menjebaknya.

Karena semua itu, Veer memutuskan untuk kembali saja ke Amerika. Mungkin dengan begitu, kakaknya akan yakin bahwa Ichcha benar-benar setia. Ia mengajak Tapasya ikut bersamanya. Tapasya sih senang-senang saja. Tapi Nyonya Gunwanti tidak suka mereka pergi.

Sebelum berangkat, Tapasya ingin merayakan ulang tahun perak pernikahan orang tuanya. Ia mengadakan pesta topeng di kediaman Thakur. Semua keluarga Bundela di undang. Awalnya Vansh tidak terlalu bersemangat, tapi ibunya meyakinkan bahwa jika ia tidak datang, maka tuan Thakur akan mengetahui kacaunya rumah tangganya dengan Ichcha. Maka ia pun bersedia ikut. Di pesta itu, terjadi kesalahpahaman lagi. Vansh bertukar topeng dengan Veer. Ichcha yang mengira itu Veer, meminta maaf di tengah pesta. Ia meminta maaf karena telah menyebabkan Veer harus pergi ke Amerika lagi. Meski diucapkan dengan biasa, tapi Vansh menganggap itu sebagai penyesalan perasaan Ichcha pada Veer. Vansh pun kembali meragukan istrinya. Ia bahkan mengancam akan mengadukan hubungan mereka yang sebenarnya pada tuan Thakur. Nenek yang mendengar semua itu memanfaatkannya dengan terus menghasut Vansh tentang Ichcha dan Veer.

Akhirnya, Vansh memberikan Ichcha dua pilihan. Pertama, Ichcha harus mengatakan kepada semua orang bahwa masih ada cinta di hati Veer untuknya, untuk mempermalukan Veer. Atau, jika ia tidak mau mempermalukan Veer di hadapan semua orang, maka ia akan kembali menjerumuskan diri ke dalam narkoba. Ichcha pun diliputi dilema. Ia tahu ia tidak pantas memperlakukan Veer seburuk itu, tapi ia juga tidak mau jika suaminya kembali menjadi pecandu.

Sementara itu, ternyata di pesta topeng itu ada penyusup. Sid datang kembali dengan topeng di wajahnya dan dendam di hatinya. Ia mengejutkan Tapasya dengan mengingatkan kembali peristiwa penembakan Ichcha. Tapasya pun gentar dan segera ingin berangkat ke Amerika. Lalu, ada seseorang lagi bernama Masoom, seorang gadis yang masuk ke keluarga Thakur dan mengaku sebagai putri rahasia Tuan Thakur. Tentu saja itu bohong, ia adalah gadis bawaan Pushkar untuk menghancurkan keluarga itu. Akan tetapi, kehadirannya sempat membawa kesalahpahaman antara Tuan Thakur dan Divya.
Veer dan Tapasya rupanya tak langsung ke Amerika melainkan ke Delhi. Veer merencanakan baru akan ke Amerika seminggu lagi, namun peristiwa Vansh yang terus-terusan cemburu membuatnya harus cepat-cepat pergi walau singgah di Delhi terlebih dulu.
Suatu hari, Tapasya mengadakan pesta di rumahnya dan mengundang wartawan. Pesta itu kemudian dimuat di surat kabar. Jadilah keberadaan Tapasya tercium oleh Sid yang sedang mencari jejaknya. Secara tak sengaja pula, Vansh melihat pemberitaan itu di koran.

Kembali ke Vansh yang ternyata tak pernah sembuh dari halusinasinya. Ia terus menerus mencurigai Ichcha. Ia bahkan mencurigai bahwa Ichcha berhubungan dengan banyak lelaki. Ia pun sering menganiaya Ichcha. Apapun yang dilakukan Ichcha selalu saja salah dan dicurigainya. Ichcha ke sekolah, salah. Ichcha menerima telepon, salah. Ichcha berbelanja, salah.
Untungnya, ketakutan yang dirasakan Vansh itu tidak membuatnya hanya diam dan meratapi kecurigaannya. Ia melakukan penyelidikan terhadap istrinya itu.

Selanjutnya:
Serial Uttaran: Episode Vansh Bunuh Diri dan Ichcha Menjanda Rasa cemburu yang berlebihan pulalah yang menyebabkan Vansh membuntuti Ichcha saat hendak menemui ibunya di keluarga Thakur. Namun apa lacur, ternyata malah ia membuntuti Tapasya yang janjian ketemu dengan Sid di sebuah bangunan (kebetulan Ichcha dan Tapasya sama-sama naik bajaj dan memakai pakaian berwarna senada).

Wikipedia, youtube, dan berbagai sumber


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top