Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Sebuah studi yang dipublikasikan Psychological Science di University of Chicago, menemukan bahwa orangtua yang sering panik menjelang anak hadapi ujian matematika, justru membuat hasil ujian sang buah hati anjlok. Apa pasal?

Menurut ketua penelitian, Erin A. Maloney, menemukan bahwa rasa panik dan ketakutan orangtua bisa menular pada anak. Biasanya, kekhawatiran orangtua lebih tinggi saat periode ujian sekolah. Sebab, orangtua tentu selalu ingin agar anak mereka mendapatkan nilai terbaik di sekolah.

Oleh karena itu, Maloney menyarankan agar orangtua yang cenderung panik terkait ujian matematikan yang dilakukan anak di sekolah, sebaiknya jangan turut membantu anak belajar, kecuali orangtua bisa mengatur tingkat kepanikannya itu dengan baik.

Hasil studi Maloney menjelaskan, rasa panik orangtua ini terlihat saat sedang membantu anak belajar. Orangtua jadi lebih galak dan obsesif, tanpa disadari cara ini berakibat buruk pada psikologis anak.

Sebanyak 400 anak murid diteliti oleh Maloney dan rekan. Hasilnya ditemukan bahwa anak yang mendapatkan nilai matematika tinggi, mengaku bahwa orangtua mereka membantu mereka belajar dengan cara menyenangkan dan santai. Sebaliknya, responden anak yang memperoleh nilai rendah pada ujian matematika, mengatakan bahwa mereka memiliki rasa takut saat hari ujian karena malam sebelumnya orangtua sudah “menakuti-nakuti” dan cenderung lebih pemarah saat sedang menemani belajar matematika.

Selain itu, Maloney juga mengatakan rasa gelisah dan panik orangtua ini, tak berpengaruh hanya sat anak ujian matematika tetapi juga membentuk karakter anak menjadi lebih pasif dan mudah takut terhadap tantangan akademis lainnya.

Sumber: Kompas


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top