Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

Cara Minum Obat Saat Berpuasa

Cara Minum Obat Saat Berpuasa-- Tujuan obat diminum 2 atau 3 kali adalah untuk menjaga kadar obat dalam tubuh berada dalam kisaran terapi yaitu kadar obat yang memberikan efek menyembuhkan. Hal ini tergantung jenis dan sifat obat. Ada obat yang cepat dibuang dari tubuh sehingga frekuensi minum obat menjadi sering. Ada juga obat yang lambat dibuang dari tubuh sehingga frekuensi minum obat menjadi jarang. Kadar obat dapat terjaga stabil dalam tubuh apabila diminum dalam jarak watu yang teratur. Misalnya obat yang diminum 3 kali sehari, maka obat tersebut diminum setiap 8 jam sedangkan obat yang diminum 2 kali sehari maka diminum setiap 12 jam.

Kesehatan saat menjalankan ibadah puasa merupakan anugerah yang tak terkira nilainya. Betapa banyak ibadah dengan janji pahala berlipat ganda yang bisa kita lakukan jika kondisi tubuh kita prima. Namun bagaimana jika penyakit bertandang dan tubuh kita dalam kondisi sebaliknya?

Puasa atau Tidak Puasa?

Orang yang sakit dibolehkan untuk berbuka puasa. Yang dimaksud sakit yang diperbolehkan untuk berbuka adalah jika ada bukti medis (keterangan dari dokter-ed), pengalaman atau ia yakin bahwa puasa akan memberi suatu madharat, dapat memperparah penyakitnya atau memperlambat penyembuhannya, barulah ia diperbolehkan tidak berpuasa. Namun seseorang yang menderita penyakit ringan tetaplah harus berpuasa dengan tetap meminum obat sebagai sebab untuk menghilangkan penyakitnya. Nah, bagaimana aturan minum obat ketika berpuasa? Padahal seseorang bisa minum obat dari waktu berbuka hingga sahur. Pertama-tama, kita kenali dulu aturan minum obat yang benar.

Salah Kaprah Aturan Minum Obat

Untuk mendapatkan efek obat yang optimal, kita harus minum obat dalam dosis yang tepat dan waktu yang tepat. Contoh kasus yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

Ibu Sofia sedang mengalami demam dan sakit kepala. Dokter memberinya penurun panas dan penghilang rasa nyeri berupa parasetamol untuk diminum 3 kali sehari sesudah makan. Ibu Sofia meminum obat tersebut sesudah sarapan jam 6.00, sesudah makan siang jam 12.00 dan sesudah makan malam jam 18.00. Apa yang terjadi?

Demamnya bisa teratasi dan panasnya langsung turun. Namun sakit kepalanya masih kambuh di malam hari walaupun sudah reda di siang hari. Hal ini disebabkan jarak waktu minum obat yang tidak sama. Jaraknya terlalu panjang di malam hari. Sehingga ketersediaan obat di dalam tubuh menurun dan tidak cukup untuk mengatasi sakit kepala.

Tujuan obat diminum 2 atau 3 kali adalah untuk menjaga kadar obat dalam tubuh berada dalam kisaran terapi yaitu kadar obat yang memberikan efek menyembuhkan. Hal ini tergantung jenis dan sifat obat. Ada obat yang cepat dibuang dari tubuh sehingga frekuensi minum obat menjadi sering. Ada juga obat yang lambat dibuang dari tubuh sehingga frekuensi minum obat menjadi jarang. Kadar obat dapat terjaga stabil dalam tubuh apabila diminum dalam jarak watu yang teratur. Misalnya obat yang diminum 3 kali sehari, maka obat tersebut diminum setiap 8 jam sedangkan obat yang diminum 2 kali sehari maka diminum setiap 12 jam.

Lalu, Mengapa Ada Obat yang Diminum Sebelum dan Sesudah Makan?

Obat merupakan senyawa kimia yang memiliki berbagai sifat dan efek. Ketika diminum, obat akan melewati lambung dan kemudian masuk ke usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung dan sebagian besar diserap di usus. Obat pada umumnya dapat diserap dengan baik apabila tidak terdapat gangguan di lambung dan usus misalnya berupa makanan. Uniknya, ada juga obat-obat yang penyerapannya terbantu oleh makanan. Hal inilah yang menentukan kapan sebaiknya obat diminum sebelum atau sesudah makan.

Nah, yang dimaksud sebelum makan adalah ketika kondisi perut kosong. Sedangkan yang dimaksud setelah makan adalah sesaat sesudah makan, ketika perut masih berisi makanan dan tidak boleh lewat dari 2 jam. Jika lebih dari 2 jam, makanan sudah diolah dan diserap sehingga kondisinya bisa disamakan dengan sebelum makan.

Ada juga obat-obat yang mengiritasi lambung sehingga dapat menyebabkan tukak lambung atau memperparah sakit maag, obat-obat tersebut diminum sesudah makan. Contohnya adalah obat penghilang nyeri –aspirin– dan obat antiradang — diklofenak dan piroksikam–.

Aturan Minum Obat Ketika Puasa

Selama bulan Ramadhan, pola makan dan minum akan berubah. Waktu yang leluasa untuk minum obat berubah dari 24 jam menjadi hanya 10,5 jam.

Bagaimana cara kita meminum obat agar efek terapi menjadi optimal?

Tanyalah kepada dokter atau apoteker jika anda memiliki penyakit yang khusus misalnya diabetes tentang petunjuk yang jelas mengenai waktu minum obat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Karena umumnya pasien diabetes tidak boleh menggunakan obat setelah sahur untu menghindari terjadinya hipoglikemia yaitu penurunan kadar gula darah dalam tubuh.

Jika dokter memberikan obat dengan pemakaian 3 atau 4 kali sehari, tanyakan apakah ada alternatif obat sejenis yang bisa diminum 1 atau 2 kali sehari.

Berikut ini adalah panduan umum minum obat ketika puasa:
  1. Bila aturan pakai 1 kali sehari sebelum makan: Kita bebas memilih setelah minum pembuka puasa (setengah jam sebelum makan berat) atau setengah jam sebelum sahur. Yang penting pilihan waktu tersebut konsisten.
  2. Bila aturan pakai 1 kali sehari setelah makan: Kita bebas memilih setelah berbuka puasa atau saat sahur. Yang penting pilihan waktu tersebut konsisten.
  3. Bila aturan pakai 2 kali sehari setelah makan: Minumlah obat setelah makan berbuka puasa dan setelah makan sahur.
  4. Bila aturan pakai 2 kali sehari sebelum makan: Minumlah obat setelah minum berbuka puasa. Setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Minum obat berikutnya minimal setengah jam sebelum makan sahur
  5. Bila aturan pakainya 3 kali sehari setelah makan: Minumlah obat setelah makan berbuka puasa, sebelum tidur (setelah menyantap sedikit makanan) dan setelah makan sahur
  6. Bila aturan pakai 3 kali sehari sebelum makan: Minumlah obat setelah minum berbuka puasa lalu setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Penggunaan ke dua saat hendak tidur, tapi perut jangan diisi makanan setengah jam sebelumnya. Penggunaan obat ketiga minimal setengah jam sebelum makan sahur.

Sumber: muslimah.or.id

Seperti Ini Proses Alami Pembersihan Racun Tubuh Sepanjang 30 Hari Kita Berpuasa

Selama satu bulan penuh, umat muslim menjalankan ibadah puasa.

Menahan lapar dan dahaga juga menjaga pandangan mata, pendengaran, dan hawa nafsu lainnya dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Allah menjanjikan bahwa kita akan kembali fitri serta berlipat-lipat pahala jika 'sukses' menjalankan ibadah ini dengan sungguh-sungguh.

Adapun selain nikmat pahala, puasa juga memiliki khasiat jika ditinjau dari sisi kesehatan.

Berikut penjelasannya sebagaimana yang ditulis Tom McGregor, penulis buku berjudul Eating in Freedom ;

1. Detoksifikasi Tahap Pertama (Hari 1 - Hari 2)

Pada hari pertama puasa, tingkat gula darah akan menurun. Detak jantung melambat dan tekanan darah berkurang.

Tubuh kemudian akan mengambil glikogen dari otot hingga menyebabkan beberapa rasa lemas yang umum dirasakan orang yang tengah berpuasa.

Detoksifikasi tahap pertama ini biasanya yang paling berat. Atau dirasakan ketika hari pertama puasa. Beberapa diantaranya ada yang mengalami sakit kepala, bau mulut parah, rasa lemas yang berat atau yang paling umum yakni rasa lapar yang parah.
Ini merupakan tahap pembersihan racun yang pertama.

2. Detoksifikasi Tahap Kedua (Hari 3 - Hari 7)

Tubuh akan memproduksi glukoasi yang diambil dari asam lemah yang kemudian diurai untuk melepaskan gliserol dari molekul gliceride.
Akibatnya, kulit bisa mengeluarkan minyak seperti minyak berbau tengik.

Beberapa diantaranya ada yang mengalami masalah pada kulit.
Tubuh juga terasa lemas membuat kita ingin beristirahat lebih lama, ini merupakan reaksi alami tubuh karena tengah memfokuskan energi untuk pembersihan dan penyembuhan.
Sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh juga meningkat pada tahapan ini.

Jika ada rasa sedikit sakit di bagian paru-paru maupun tenggorokan, ini artinya tubuh tengah melakukan perannya membersihkan bagian tersebut.

Jika nafas berbau serta timbul lapisan lendir di mulut, itu artinya tubuh tengah melakukan pembersihan pada bagian usus dan usus besar hingga berdampak pada munculkan kotoran di dinding awal usus untuk melonggarkan saluran.

3. Detoksifikasi Tahap 3 (Hari 8 - Hari 15)

Pada tahapan ini, anda akan merasakan energi tambahan, pikiran yang lebih tenang serta perasaan yang lebih baik.
Biasanya dirasakan karena anda sudah merasa terbiasa menjalankan rutinitas puasa pada pekan pertama.

Namun di sisi lain, beberapa orang mungkin akan merasakan nyeri yang timbul kembali dari cidera yang terjadi pada masa lalu.
Ini merupakan nyeri yang baik karena tubuh sebenarnya tengah menyelesaikan proses penyembuhan.

Misalnya anda mengalami cidera beberapa tahun sebelumnya dan masih membekas hingga sekarang.
Saat puasa, tubuh secara otomatis akan memberikan energi untuk menyembuhkan cidera tersebut.
Lantaran pada saat puasa, proses penyembuhan yang dilakukan sistem tubuh kita tengah berada pada level optimal.
Kaki juga biasanya mendapatkan akibat dari puasa. Karena racun tubuh disebutkan bisa menumpuk di bagian kaki.

4. Detoksifikasi Tahap 4 (Hari - 16 Hari 30)

Pada tahapan ini, anda benar-benar sudah terbiasa dan beradaptasi dengan rutinitas puasa. Akan ada lebih banyak energi yang anda rasakan.
Lantaran tubuh sudah melaksanakan proses pembersihan maupun penyembuhan.

Semisal bau mulut benar-benar hilang yang artinya organ yang berhubungan dengan lidah dan mulut itu sudah disembuhkan atau dibersihkan.
Setelah proses detoksifikasi selesai, tubuh akan bekerja pada kondisi optimal untuk menggantikan jaringan-jaringan yang rusak.

Kemudian setelah 20 hari berpuasa, anda akan merasakan pikiran yang lebih nyaman. Anda akan merasakan keseimbangan emosional dan perasaan yang lebih baik. Daya ingat dan konsentrasi pun akan meningkat.

Sumber: tribunnews.com

Puasa, Ibu Hamil Tak Perlu Ragu karena Janin di dalam Perut Tidak Akan Kelaparan

Bunda lagi hamil tapi masih ragu bila hendak berpuasa karena khawatir janin akan kelaparan? Perlu diketahui, janin tetap akan mendapatkan asupan nutrisi meski Mama berpuasa.

Mengapa janin tidak kelaparan meski Mama berpuasa?

Yuk simak penjelasan yang dirangkum dari dr. Botefilia, SpOG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Tambak, Jakarta dan dr. Kartika P. Mayasari, SpOG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Meilia Cibubur. Janin di dalam rahim mendapatkan asupan makanannya dari plasenta melalui aliran darah.
Jadi meski Mama berpuasa, asalkan Mama tetap makan makanan sehat, janin di dalam kandungan akan mendapatkan nutrisi yang cukup, baik karbohidrat, protein, lemak, serta berbagai zat mineral lain yang penting untuk pertumbuhannya.

Hal yang perlu diingat, saat berpuasa, Mama hamil hanya memindahkan jam makan. Dari sarapan menjadi sahur, makan siang menjadi waktu berbuka, lalu makan malam menjadi makan sebelum tidur atau seusai Salat Tarawih.

Sejumlah penelitian juga membuktikan, puasa Ramadan yang dijalani oleh ibu hamil tidak akan berefek buruk pada janin, baik pertumbuhan dan kesehatan janin maupun kecerdasannya.

Bahkan, berpuasa saat hamil juga tidak mengakibatkan kelahiran prematur. Inilah beberapa hasil penelitian tersebut:
• Penelitian Kavehmanesh dkk., Saleh, Ozturk dkk., serta penelitian di Malaysia terhadap 605 mamil yang berpuasa menunjukkan tidak ada efek pada berat badan si mama dan berat badan bayi baru lahir.
• Gambaran kardiotokografi (catatan denyut jantung dan gerakan janin) menunjukkan hasil yang tidak reaktif selama fase puasa, namun kembali reaktif setelah berbuka puasa. Penelitian lain membuktikan, mamil yang berpuasa tidak mempunyai efek pada prematuritas dan skor apgar bayi baru lahir.
• Penelitian yang dilakukan oleh Azizi dkk. menyimpulkan, puasa selama Ramadan yang dilakukan mamil tidak berefek pada kecerdasan (IQ) anak setelah dewasa.
• Penelitian yang dilakukan Dikensoy dkk. menyimpulkan, puasa selama Ramadan tidak akan berefek pada pertumbuhan dan kesehatan janin, serta tidak menyebabkan ketonemia (suatu kondisi berbahaya yang dapat mematikan).

Ini artinya, ibu hamil tetap jangan cemas karena janin tetap akan mendapatkan asupan nutrisi meski Mama berpuasa.

Sumber: tribunnews.com

Sunah Berbuka Puasa Menurut Rasulullah SAW

"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS Al Baqarah: 183).

1. Ta’jil

Yaitu menyegerakan berbuka puasa sebelum menunaikan sholat maghrib.

Dari Sahl bin Sa’ad ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيٍرٍ مَا عَجَلُّوْا الفِطْرَ

artinya, “Senantiasa manusia (umat Islam) dalam keadaan baik selama ia menta’jilkan (menyegerakan) berbuka.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dari Anas ra ia berkata,

يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَ تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُتْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ.

artinya, “Rasulullah berbuka dengan beberapa butir ruthab (kurma basah yang baru masak) sebelum sholat maghrib, bila tidak ada (beliau) berbuka dengan beberapa butir tamar (kurma kering), kalau tidak ada (beliau) minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)

Begitu juga dengan hadits Qudsi dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda,

قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: أَحَبَّ عِبَادِى إِلَىَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرَا.

artinya, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling sepat berbuka.”(HR. At-Tirmidzi)
2. Berbuka puasa dengan kurma.

Dari Anas ra ia berkata,

يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَ تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُتْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ.

artinya, “Rasulullah berbuka dengan beberapa butir ruthab (kurma basah yang baru masak) sebelum sholat maghrib, bila tidak ada (beliau) berbuka dengan beberapa butir tamar (kurma kering), kalau tidak ada (beliau) minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)

Dari Sulaiman bin ‘Amir ad-Dhobbiy ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda,

إِذَا إِفْطرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ لَمْ يَجِدْ

artinya, “Apabila salah seorang dari kamu berbuka, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak menemukan, berbukalah dengan air, karena sesungguhnya air itu pembersih.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)
3. Berdo’a ketika berbuka dengan do’a yang shahih.

Dari Abdullah bin ‘Amr al ‘Ash berkata bahwa Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya bagi orang berpuasa, pada waktu berbuka tersedia do’a yang makbul, diantaranya dengan membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْتَغْفِرْلِيْ.

artinya, “Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu.”(HR. Ibnu Majah)

Kemudian diriwayatkan dari Ibnu Umar ra ia berkata bahwa Rasulullah saw bila telah berbuka puasa, beliau membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ اللهُ.

artinya, “Telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat, dan pahala telah tetap, insyaa Allah.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Dan apabila seseorang yang berpuasa mendapatkan makanan berbuka dari orang lain, maka disunnahkan kepadanya untuk berdo’a:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَ أَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَ صَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئِكَةُ.

artinya, “Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang berpuasa, makananmu telah dikonsumsi oleh orang-orang yang bertaqwa, dan malaikat telah memanjaatkan do’a untukmu.” (HR. Abu Dawud)
4. Tidak berlebihan ketika berbuka.

Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya untuk tidak memenuhi hawa-nafsunya terhadap makanan yang dikonsumsinya. Beditupun saat menghadapi waktu berbuka puasa karena beliau saw bersabda,

مَا مَلأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسَبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ فَاعِلاً فَثُلُثُ لِطَعَامِهِ وَثُلُثُ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

artinya, “Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya, karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan At-Tirmidzi)

- See more at: https://www.arrahmah.com/ramadhan/sunnah-sunnah-ketika-berbuka-puasa.html

Tanya Jawab Seputar Puasa Ramadan



Tanya: Bagaimana jika sedang puasa maaf ingus kita sll ada masih didalam hidung lalu kadang kita menelannya apakah batal puasa kita?
Jawab: Hal itu tidak batal kecuali sudah keluar dari batas hidung, demikian pula air liur, jika sudah keluar dari batas mulut lalu ditelan maka batal puasanya.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Tanya: Apa Hukumnya memakai inhaler saat berpuasa ?
Jawab: Jika diyakini ia ada wujudnya bukan berupa bau saja, maka membatalkan puasa jika masuk ke paru paru dan saluran pernafasan, jika hanya baunya saja tanpa ada wujudnya maka makruh dan tidak membatalkan puasa, dan setahu saya inhaller yg dipakai di hidung tidak ada wujud cairannya, maka makruh saja, namun inhaller asma yg disemprotkan dimulut maka itu ada wujud cairannya dan masuk ke saluran pernafasan di rongga dada maka membatalkan puasa.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Tanya: Bagaimanakah suntikan di dagu dan di hidung, apakah dibenarkan oleh Islam?
Jawab: Sepanjang hal itu adalah untuk pengobatan yg dilakukan oleh ahlinya, Islam tdk melarangnya, kecuali jika membawa mudharat, maka tdk dibolehkan.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Tanya: Bagaimana hukumnya mengundang non-muslim untuk berbuka puasa bersama?
Jawab: Tidak disunahkan, tetapi juga tdk dilarang.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Tanya: Apa boleh bersiwak di saat puasa ?
Jawab: Bersiwak masih disunnahkan di saat puasa, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasul SAW bersiwak di siang hari bulan ramadhan (Shahih Bukhari)
Namun ikhtilaf ulama tentang waktunya, ada yg mengatakan hanya boleh hingga waktu dhuha dan setelah itu adalh makruh (tidak membatalkan puasa), ada yg mengatakan boleh hingga waktu dhuhur dan setelah dhuhur makruh, ada pula yg mengatakan hingga waktu Ashar, dan ada yg mengatakan boleh tanpa pengecualian.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

MIMPI BASAH
Tanya: Saya seorang pemuda, malam hari mimpi basah dan baru mandi junub pada pagi hari. Yang saya tanyakan, apakah puasa saya untuk hari itu, sah?

Jawab: Tetap sah asal tidak meninggalkan shalat subuh.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Baca Selengkapnya

Sunah Rasul | Mengapa Harus Bersahur?

Allah mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkannya kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, Allah berfirman (yang artinya): "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS Al Baqarah: 183).

1. Hikmahnya
Waktu dan hukum yang diwajibkan atas Ahlul Kitab adalah tidak boleh makan, minum, dan jima’ setelah tidur, artinya jika tertidur, maka tidak boleh makan sampai malam berikutnya. Hal itu ditetapkan juga untuk kaum muslimin, sebagaimana telah dijelaskan. Maka ketika hukum tersebut dihapuskan, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya makan sahur untuk membedakannya dengan puasa Ahlul Kitab.
Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim 1096).

2. Keutamaannya
a. Sahur Barokah
Dari Salman radhiyallahu ‘anhu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Barokah ada pada tiga perkara: Jama’ah, Tsarid, dan makan sahur." (HR Thabrani, Abu Nu’aim).

Dari Abdullah bin Al Harits dari seorang shahabat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan." (HR An Nasaa`i dan Ahmad).

Keberadaan sahur sebagai barokah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menumbuhkan semangat serta meringankan beban yang berat bagi yang berpuasa, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al Irbadh bin Sariyah dan Abi Darda` radhiyallahu ‘anhuma, "Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur."

b. Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikatNya bershalawat kepada orang-orang yang sahur."
Bersabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma." (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, Baihaqi).
Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk sahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena fadhilah (keutamaan) yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."

3. Mengakhirkan Sahur
Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk sholat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.
Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, "Kami makan sahur bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Beliau menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur’an." (HR Bukhari Muslim).

4. Hukumnya
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya dengan perintah yang sangat ditekankan. Beliau bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu." (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Ya’la, Al Bazzar). Dan bersabda (yang artinya), "Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barokah." (HR Bukhari Muslim).
Perintah nabi ini sangat ditekankan anjurannya, hal ini terlihat dari tiga sisi:
Perintah untuk makan sahur.
Sahur adalah syiarnya puasa seorang muslim, dan pembeda antara puasa kita dan puasa ahlul kitab.
Larangan meninggalkan sahur.
Inilah qarinah yang kuat dan dalil yang jelas. Walaupun demikian, Al Hafizh Ibnu Hajar menukilkan dalam kitabnya Fathul Bari (4/139) ijma’ atas sunnahnya.

Wallahu a’lam.

Sumber: Buletin Al Wala’ Wal Bara’
Edisi ke-1 Tahun ke-2 / 14 November 2003 M / 19 Ramadhan 1424 H
Ditulis kembali oleh : Helmi Syammach (Grup FB Tholabul 'Ilmi adalah Ibadah)

Manfaat Menunaikan Ibadah Salat Tarawih

Manfaat Salat Tarawih--
Umat muslim melakukan salat 5 waktu dalam sehari. Namun ketika bulan Ramadhan, ada tambahan salat Tarawih yang dilakukan seusai salat Isya' di malam hari. Gerakan salat diketahui dapat meningkatkan fleksibiltas dan kebugaran otot tubuh, demikian pula dengan salat Tarawih yang durasinya relatif lebih panjang.

"Tingkat metabolisme otot meningkat ketika melakukan salat sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi otot. Kekurangan ini akan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan kaliber pembuluh darah, sehingga memungkinkan darah mengalir dengan mudah kembali ke jantung. Peningkatan beban jantung akan memperkuat dan memperbaiki sirkulasi otot jantung," kata Dr Ibrahim B. Syed, Ph.D, profesor kedokteran klinis dari University of Louisville School of Medicine seperti dilansir Islam for Today, Senin (23/7/2012).

Menurut dr Ibrahim, glukosa darah dan plasma insulin mulai meningkat dalam waktu 1 jam atau lebih setelah berbuka puasa. Glukosa dan gula darah mencapai tingkat tinggi dalam waktu 1 atau 2 jam kemudian. Saat masuk salat tarawih, glukosa yang beredar akan dimetabolisme menjadi karbon dioksida dan air agar tetap stabil.

Tak hanya itu, doa-doa yang dilantunkan selama Tarawih membantu pengeluaran kalori ekstra dan meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, mengurangi stres, kecemasan dan depresi.

Lebih lanjut lagi, dr Ibrahim menjelaskan berbagai manfaat salat Tarawih bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatkan kebugaran fisik
Ketika melakukan sedikit upaya tambahan dalam melakukan salat Tarawih, terjadi peningkatan daya tahan, stamina, fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Salat menghasilkan perubahan fisiologis yang sama seperti ketika jogging atau berjalan, namun tanpa efek samping.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 17.000 orang alumni Harvard memberikan bukti kuat bahwa latihan aerobik setara dengan joging sekitar 3 mil sehari, meningkatkan kesehatan dan dapat memperpanjang usia. Pria yang mengeluarkan energi sekitar 2000 kkal setiap minggu memiliki angka kematian seperempat sampai sepertiga kali lebih rendah dibandingkan yang sedikit atau tidak berolahraga.

2. Meningkatkan daya tahan lansia
Seiring pertambahan usia, aktivitas yang dilakukan seseorang berkurang karena tulangnya menjadi makin tipis. Jika tidak dirawat, maka risiko osteoporosis sudah menanti. Gangguan ini paling banyak dialami wanita ketika memasuki menopause akibat penurunan estrogen.

Saat melakukan gerakan berulang dan teratur selama salat, maka kekuatan otot, tendon, fleksibilitas sendi dan respon kardiovaskular meningkat. Oleh karena itu salat Tarawih memungkinkan para lansia tetap siap ketika menghadapi kesulitan tak terduga yang dapat melukai tubuhnya. Tarawih akan meningkatkan daya tahan dan kepercayaan diri untuk menjadi mandiri.

3. Membantu mengontrol berat badan
Shalat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan. Berat badan akan tetap terkontrol jika tidak makan terlalu banyak pada sahur dan buka puasa serta rajin melakukan Tarawih.

4. Meningkatkan suasana hati
Olahraga diketahui dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup sekaligus mengurangi kecemasan dan depresi. Peneliti dari Universitas Harvard, Dr Herbert Benson, menemukan bahwa melafalkan do'a dan ayat kitab suci ditambah aktifitas ringan akan memicu relaksasi yang dapat menurunkan tekanan darah, tingkat pernapasan dan denyut jantung.

Oleh karena itu, Tarawih membuat pikiran berada dalam keadaan rileks. Keadaan tenang pikiran ini juga mungkin dipicu pelepasan hormon encephalins dan endorfin ke dalam sirkulasi darah.

Sumber:
http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/471192-manfaat-shalat-tarawih-bagi-kesehatan.html

Jadwal Virtual (Elektronik) | Imsakiyah Ramadhan | Berlaku se-Nusantara

Jadwal Virtual (Elektronik) | Imsakiyah Ramadhan | Berlaku se-Nusantara--

MARHABAN YAA SYAHRAR-RAMADAN ,
MARHABAN SYAHRAL'IBADAH,
MARHABAN SYAHRA-SYA'AADAH.
Selamat datang wahai bulan Ramadhan,
selamat datang bulan Ibadah,
selamat datang bulan kebahagiaan.

Jadwal ini diatur untuk kota Tanjung dan sekitarnya. Bisa dipilih berdasarkan kota di mana tempat Anda tinggal. Silakan pilih sesuai nama kota lokasi tempat Anda tinggal.





Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.
Semoga Ramadhan kita tahun ini, menjadi Ramadan terbaik yang pernah kita alami. Aamiin ya Rabbal alamin.
Taqaballahu Minna Wa Minkum
Shiyaamanna Wa Shiyaaminkum
Taqabballallaahu Alaika Taqabbal Yaa Kariim.


Sumber jadwal: rukyatulhilal.org

Kesiangan Bersahur, Apakah Sah Puasa Kita?


Sekadar share sedikit.......
Baiklah, saya ingin share sedikit mengenai apa yang saya dengar dari kultum (kuliah tujuh menit) dari seorang ustadz ketika saya mengikuti jamaah shalat Tarawih pada malam pertama lalu.

Menurut ustadz tersebut, salah satu rukun puasa adalah niat. Dan puasa kita hanya dapat dikatakan sah apabila niat (lafadz dan dalam hati) dilakukan antara sejak matahari terbenam sampai terbit fajar. Jadi, sesudah berbuka puasa, bolehlah langsung berniat lagi untuk puasa esok harinya. Dalam Islam, pergantian hari adalah sesudah matahari terbenam (sedangkan menurut perhitungan tanggal Masehi pergantian hari terjadi pada pukul 00.00).

Jika kita kesiangan dan tidak bersahur namun lupa berniat, puasa kita tidak sah.
Sedangkan, jika kesiangan dan tidak bersahur namun sudah berniat sebelumnya, puasa kita sah.

Demikian, semoga puasa dan ibadah kita tahun ini semakin lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tanya:
Saya baru menikah satu minggu. Pada saat beduk/sirine, kami lgsg (weleh-weleh) melakukan hubungan badan dan malamnya kami melakukan lagi (wow), namun lupa mandi junub dan lupa sahur. Yg ditanyakan, sah atau tidak puasanya?

Jawab:
Lupa sahur, puasanya sah asal sebelumnya Anda berniat puasa. Tetapi jika Anda tidak berniat puasa, maka puasa Anda tdk sah. Anda berhubungan badan sesudah beduk/sirine buka berbunyi, tentu Anda mandi wajib dan shalat Maghrib dan Isya, bukan? Ingat, jangan sampai shalat ditinggalkan.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Tata Cara Membayar Zakat

ALLAH SWT berfirman : "Ambillah Zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan ALLAH Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." [QS.At-Taubah (9) : 103]
Nabi Muhammad Saw bersabda : "Maa Naqoshot Shodaqotun Min Maalin..." > Zakat itu tidak mengurangi harta sedikitpun. (Hadits shahih : HR.Muslim, Ahmad, Tirmidzi).

Delapan Golongan yang menerima Zakat :
> Orang fakir, orang miskin, Amil Zakat (Lembaga yang menerima & membagikan Zakat), Muallaf (orang bukan Islam yang masuk Islam), Hamba Sahaya(budak), membebaskan orang yang tidak mampu bayar hutang (ghorim), orang yang berjihad di jalan ALLAH (fisabilillah), orang yang sedang dalam perjalanan (musafir).

Zakat terdiri dari 2 bagian :
1).Zakat Fitrah (Zakat an-nafs atau Jiwa).
2).Zakat Maal (Zakat Harta) (Baca lebih lanjut mengenai zakat harta di SINI).

ZAKAT FITRAH > 3,5 liter beras atau 2,5 kg beras per orang.
Nabi Muhammad Saw bersabda : "Zakat Fitrah merupakan pembersih bagi orang-orang yang berpuasa dari berbagai macam hal yang tidak bermanfaat dan perkataan yang rafats (jorok/kotor), juga sebagai hidangan bagi kaum miskin". (HR.Ahmad).

Bacaan Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah Utk Diri Sendiri:
"Nawaitu an ukhrija dzakatal fitri 'an-nafsii fardhallillaahi ta 'aalaa"
(Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri sendiri fardhu karena Allah Ta'ala).

Bacaan Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Tanggungan:
"Nawaitu an ukhrija dzakatal fitri 'annii wa 'an jamii 'i maa yaldzamunii nafaqaatuhum syar 'an fardhallillaahi ta 'aalaa"
(Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya dan pada tanggungan saya yg dilazimkan memberi nafkah pada mereka, fardhu karena Allah Ta'ala).

Keterangan:
Bacaan niat membayar zakat fitrah tidak harus pakai bahasa Arab, boleh memakai bahasa Indonesia. Niat di dalam hati saja, bukan dilafalkan.

Sumber: kertas selebaran (sunting)

Kewajiban Zakat Fitrah


Dari Ibnu Umar ra,

عن ابن عمر رضي الله عنه :
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ (صحيح البخاري

"Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu shaa' (1 shaa = 4 mudd = 3,5 liter) daripada terigu, atau satu Shaa' daripada kurma (bahan pokok di wilayah masing masing), diwajibkan kepada hamba sahaya dan..........Baca selengkapnya

Serba-serbi | Tanya Jawab Seputar Zakat (Fitrah)

MENYERAHKAN ZAKAT LANGSUNG
Tanya: Bolehkah mengeluarkan zakat uang/harta diberikan langsung pada yg berhak menerimanya atau melalui tuan guru aetelah itu baru diserahkan pada yg berhak?
Jawab: Menyerahkan zakat uang/harta boleh langsung kepada yg berhak, boleh melalui tuan guru, baru diserahkan kpd yg berhak, dan sebaiknya melalui Badan Amil yaitu BAZ yg dibentuk oleh pemerintah.

ZAKAT UANG TABUNGAN
Tnya: Apkh uang dlm bntuk tbungn hrs kta kluarkn zakatx?
Jwb: Jika smpai nisab 93,6 gr emas, jka hrga emas 350.000 x 93,6 = 32.760.000, dan jk sdh smpai haulx.

ZAKAT HARTA
Tnya: Sya mgluarkn zkat hrta. Sya pnxa mbil, kndraan, dan 6 ekor kambing. Apkh msuk dlm zkat hrta yg akan sya kluarkn?
Jwb: Anda hnxa mgluarkn zkat hrta, mbil yg anda gnakn sbg srana khdupn tdk wjib dzkati. Dmkian pla kambing yg 6 ekor blm smpai nisab zkat. Nisab zkat kambing adlah dri 40 ekor.

ZAKAT FITRAH BG YG SDH KERJA TP BLM MNIKAH
Tnya: Sya sdh krja n blm mnikah, selain itu msh ikut dg ortu. Apkh sya wjib mngluarkn zkat sndri atau msh ortu sya?
Jwb: Jk anda sdh baligh n sdh bkerja, mka anda hrs mgluarkn zakat fitrah sndri. Ttpi jk anda msh fakir (blm brpghsilan), mka zkat fitrah anda dtanggung oleh ortu anda.

ZAKAT KPD ANAK
Tnya: Ortu sya mgluarkn zkat. Stgah dr zkat tsb dblikn pkaian utk lebrn anakx, dan stgahx lg dsrahkn pd yg wjib mnerima zkat. Bleh atau tdk dmkian?
Jwb: Ortu tdk sah mbrikn zkat kpd ankx, krn kperluan ank diambil dr kwjibn nfkah ortu thd ankx, bkan dr zkat.

FITRAH KPD SAUDARA
Tnya: Apkh bleh brfitrah kpd saudra yg tdk pnxa pkerjaan tetap?
Jwb: Brfitrah dg saudra kbnarkn jk saudra tsb org yg berhak mnerima zkat, khususx trmsuk fkir miskin. Mlah sbnarx lbih utama mgangkat keluarga dr kmiskinan. Allah SWT brfirman yg artix: Dan briknlah kpd keluarga yg dkat akan hakx... (QS Al Isra 26)

Sumber: Saya Kliping dari Tanya Jawab Seputar Ramadhan BPost.

Kepastian Malam Lailatul Qadar

Apakah malam Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari Seribu Bulan (QS Al-Qadr: 2-3).

Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud menyebutkan, dari Abdilah bin Umar Ra, bahwa Nabi pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab: “
Lailatul Qadar ada pada setiap malam di bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud).

Dari beberapa hadist yg diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dari hadist Zaid bin Arqam ra, dan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud; menyebutkan:
"Lailatul Qadar itu terjadi pada 17 Ramadhan.

Hadits lainnya menyebutkan seperti yang diriwayatkan Aisyah:
Nabi Muhammad SAW memerintahkan carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan. (HR. Bukhari).

Beberapa hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim:
Lailatul Qadar itu terjadi pada tanggal ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan. Dan inilah pendapat jumhur ulama.

Dalam kitab ‘ianatuth-Thalibin juz :2 hlm. 257 juga menjelaskan sebagai berikut: Imam Ghazali dan lainnya mengatakan bahwa
Lailatul Qadar dapat diketahui dengan mengetahui hari awal dari bulan Ramadhan.
Apabila awalnya hari Ahad maka lailatul Qadar nya malam 29.
Jika awalnya hari Senin maka lailatul Qadarnya malam 21.
Jika awalnya hari Selasa maka lailatul Qadarnya malam 27.
Jika hari Rabu maka lailatul Qadar nya malam 29.
Jika awalnya hari Kamis maka lailatul Qadarnya malam 25.
Jika hari Jumat maka lailatul Qadarnya malam 27.
Dan jika awalnya hari Sabtu maka lailatul Qadarnya malam 23.

Di antara semua pendapat tsb, tdk menyebutkan secara pasti, kapan malam lailatul qadar yg benar. Sehingga hikmahnya adalah: dengan tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar, tentu akan memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Jika umat tahu secara pasti kapan datangnya malam lailatul qadr, maka bisa dibayangkan masjid2 akan penuh sesak pada malam itu, dan di malam-malam lain akan sunyi karena satu malam itu saja sudah bernilai lebih dari seribu bulan. Tugas kita hanyalah memperbanyak ibadah sambil berharap menemukan malam yang istimewa itu.

Adapun tanda-tanda datangnya malam lailatul qadar adalah: pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim; pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas (HR Imam Ahmad).

Terakhir, para ulama kita mengajarkan, agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, maka hendaknya kita memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan, di antaranya: senantiasa shalat fardhu lima waktu berjama’ah, mendirikan shalat malam atau qiyamul lail (shalat tarawih, tahajud, dll), membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya, memperbanyak dzikir, istighfar dan berdoa.

Disarikan dari berbagai sumber.

Wallpaper Kartu Ucapan Selamat Sambut Ramadan (Marhaban Ramadan)

Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan
Wallpaper Ramadhan

Sumber: Google

Artikel walpaper dan ucapan lainnya:

Koleksi Foto Profil (DP) BBM Pilihan Koleksi Foto Profil (DP) BBM Pilihan Ingin eksis dengan DP (Display Picture) BBM teman yang lucu dan bergerak? Tentu, kamu bisa juga melakukannya pada akun BBM kamu.

Wallpaper Kartu Ucapan Selamat Sambut Ramadan (Marhaban Ramadan) Wallpaper Kartu Ucapan Selamat Sambut Ramadan (Marhaban Ramadan) Mau tahu koleksi wallpaper ucapan selamat menyambut bulan puasa Ramadan yang keren?

SMS Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri SMS Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Insyaallah, Ramadan segera meninggalkan kita berganti hari nan fitri. Yuk saling bertukar ucapan maaf dan selamat.

SMS Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha SMS Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha Sebagaimana lazim dilakukan, kita saling bertukar maaf dan ucapan selamat. Ada yang membuat sendiri, ada pula yang memodifikasi.

Sambut Ramadhan: Beberapa Hal yang Harus Diketahui dalam Menghadapi Bulan Ramadhan

Sambut Ramadhan: Beberapa Hal yang Harus Diketahui dalam Menghadapi Bulan Ramadhan--
Wasiat Al Allamah Alhabib Umar Bin Hafidh:

1. Gembira dan senang dengan datangnya bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah swt : “Katakanlah (wahai Muhammad saw) Dengan Datang-nya Anugerah Allah Dan Rahmat-Nya, Maka Dengan Itu Hendaknya Mereka Bergembira” (QS Yunus 58).
Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan oleh Salman ra, bahwa Rasulullah saw menyampaikan ceramahnya pada kami di hari terakhir bulan sya’ban : “Wahai para manusia sekalian, telah menyelimuti kalian bulan Agung yang penuh keberkahan, bulan yang padanya suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan,
Allah menjadikan puasa di bulan ini merupakan hal yang fardhu (wajib),dan menjadikan Qiyam (tarawih) merupakan hal yang sunnah.
Barangsiapa yang beribadah dengan satu macam kebaikan maka sama saja pahalanya dengan menjalankan ibadah yang fardhu.
Barangsiapa yang beribadah dengan hal yang fardhu maka seakan ia telah mengerjakan 70X hal fardhu tersebut.
Inilah (ramadhan) merupakan bulan kesabaran, dan balasan atas kesabaran adalah Surga, inilah bulan kita saling membantu satu sama lain, inilah bulan dimana Allah menumpahkan rizki Nya bagi orang mukmin” (Hadits riwayat Imam Ibn Khuzaimah dalam shahih nya).

2. Menjaga diri dan berhati-hati dari hal hal yg membuat kita terhalangi dan terusir dari kemuliaan Ramadhan, di antaranya adalah :
- Menjaga lidah kita dari berdusta dan menjaga pula perbuatan kita dalam kedustaan dan penipuan,
- juga ucapan ucapan buruk dan perbuatan buruk,
- dan dari berbuka puasa dengan makanan haram dan syubhat,
- dan dari perbuatan yang menjatuhkan pahala puasa seperti memandang aurat yang bukan muhrimnya,
- dan dari berdusta dan membicarakan aib orang lain,
- dan dari memutuskan hubungan silaturahmi,
- dan dari minum arak, ganja dan narkotika,
- dan dari dengki dan kebencian terhadap sesama muslimin, dan dari berbuat durhaka pada kedua orang tua.

3. Berhati - hatilah wahai mukmin dari berbuka puasa tanpa sebab yang jelas. Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang berbuka di hari Ramadhan tanpa sebab sakit, atau safar, atau udzur syar’i lainnya, maka tiadalah ia akan bisa membayarnya walaupun ia berpuasa sepanjang masa” (HR Tirmidzi, Nasa’I, Abu Daud, Ibn Maajah, Ibn Khuzaimah dan Imam Baihaqy).
Maka berhati - hatilah wahai mukmin dalam menjaga keadaan puasamu, dan jangan pula kau berbuka puasa sebelum yakin telah tiba waktunya, karena sunnah untuk bersegera dalam buka puasa adalah setelah yakin sepenuhnya telah masuk waktu berbuka puasa.

4. Yang terakhir adalah bersungguh-sungguh dalam menghadapi hujan anugerah di bulan mulia ini, dan bersungguh-sungguh mendapatkan anugerah berlipat gandanya berbagai pahala dan dibentangkannya kesempatan untuk meraih derajat yang agung.
Telah bersabda Rasulullah saw “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian berpuasa di siang harinya dan telah pula mensunnahkan bagi kalian mendirikan shalat sunnah di malam harinya (tarawih), barangsiapa yang melakukan keduanya dengan keimanan dan kesungguhan, maka ia akan lepas dari seluruh dosanya sebagaimana saat ia baru dilahirkan oleh ibunya” (HR Imam Nasa’i).

Maka seyogyanya kita memperbanyak berbagai amal ibadah di bulan mulia ini, terutama menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah, dan ketahuilah bahwa menjamu orang lain berbuka puasa merupakan hal yang agung pahalanya, sabda Rasulullah SAW : “Baramgsiapa yang menyediakan buka puasa bagi yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka diampuni seluruh dosanya, dan kebebasan baginya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala puasa tersebut” (HR Ibn Khuzaimah dalam Shahihnya).
Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi orang yang berpuasa Ramadhan dengan makanan dan minuman yang halal, maka akan bershalawatlah para Malaikat baginya sepanjang waktu Ramadhan, dan akan bershalawatlah padanya Malaikat Jibril di malam Lailatulqadr” (Imam Thabrani).

Sabda Rasulullah saw : “Diberikan untuk ummatku di bulan Ramadhan lima hal yang tidak diberikan pada para Nabi sebelumku, yaitu saat malam pertama bulan Ramadhan, Allah memandangi mereka dengan iba dan kasih sayang Nya, dan barangsiapa yang dipandangi Allah dengan Iba dan Kasih Sayang Nya maka tak akan pernah disiksa selama selamanya, yang kedua adalah aroma tak sedap dari mulut mereka di sore harinya lebih indah di hadapan Allah daripada wanginya Misk (bau tak sedap orang yang berpuasa akan menyusahkan mereka dan akan membuat mereka merasa terhina, namun balasan untuk keridhoan mereka karena hal yang tak mereka sukai dan perasaan terhina itu adalah justru di sisi Allah hal itu sangatlah mulia), yang ketiga adalah sungguh para malaikat memohonkan pengampunan dosa bagi mereka sepanjang siang dan malam, yang keempat adalah Allah memerintah kepada Surga seraya berfirman : Bersiaplah engkau (wahai surga), dan bersoleklah untuk menyambut hamba-hamba Ku, aku iba melihat mereka, barangkali mereka harus beristirahat karena kepayahan menghadapi kehidupan mereka di dunia untuk menuju Istana-istana-Ku dan Megahnya Kedermawanan-Ku, yang kelima adalah ketika malam terakhir di bulan Ramadhan maka diampunilah bagi mereka seluruhnya, maka bertanyalah seorang sahabat : apakah itu hadiah orang yang mendapatkan Lailatulqadr Wahai Rasulullah?, maka Rasul saw bersabda : “Tidak, bukankah bila kau melihat para buruh bila selesai dari pekerjaannya harus segera dilunasi upahnya?” (HR Imam Baihaqi).

Maka ketahuilah bahwa Rasul SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadhan, lebih dari kesungguhannya di bulan lain, dan Rasul SAW sangat teramat bersungguh-sungguh dalam beribadah di 10 malam terakhir Bulan Ramadhan lebih dari kesungguhannya di hari-hari Ramadhan lainnya, maka berpanutlah pada Imam mu Nabi Muhammad SAW, janganlah tertipu dengan mengikuti kebiasaan sebagian orang yang bersungguh-sungguh di awalnya dan bermalas-malasan di akhirnya, karena kemuliaan justru berpuncak pada akhirnya.

Di bulan Ramadhan inilah terang benderangnya cahaya keluhuran dan cahaya kasih sayang Allah, sungguh Allah Maha berkasih sayang dari semua yang berkasih sayang, karena Dialah pencipta kasih sayang, karena Dialah Yang mencipta semua kelembutan dan keindahan, tidak ada yang lebih menyayangi kita dari Allah, siapapun dia, entah ia pendosa atau ia orang yang shalih, baik ia orang yang baik atau orang yang jahat, dia orang yang beriman atau orang yang tidak beriman, rahasia kedermawanan Allah terus berlimpah tiada pernah berhenti, demikian setiap detiknya ditunggu sampai mereka mencapai sakaratul maut, ketika mereka mencapai sakaratul maut maka di saat itu berakhir kenikmatan mereka yang tidak beriman, dan kenikmatan itu kekal bagi yang beriman, semoga aku dan kalian wafat dalam husnul khatimah, Amiin.

Dan di bulan Ramadhan Allah lebih berkasih sayang lagi, sebagaimana dijelaskan oleh hujjatul islam wabarakatul anam, Al Imam An Nawawy di dalam Syarah An Nawawiyah 'ala Shahih Muslim beliau mensyarahkan makna hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "bahwa amal pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat dan lebih", demikian riwayat di dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Namun di dalam Shahih Al Bukhari pahala hanya dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali saja, sepuluh kali lipat setiap amal pahala, jika seorang hamba berniat berbuat baik maka akan diberi satu pahala, dan jika ia lakukan kebaikan itu maka diberi 10 kali pahala hingga 700 kali lipat, dan jika seorang hamba berniat berbuat jahat maka tidak ditulis untuknya dosa, dan jika ia telah melakukan dosa maka hanya ditulis baginya satu dosa saja, demikian kelembutan Allah, setiap kebaikan dibalas 10 hingga 700 kali lipat.

Berkata Al Imam An Nawawi bahwa balasan 700 kali lipat itu adalah pada waktu-waktu tertentu, di antaranya adalah bulan Ramadhan. Di bulan ini setiap satu sujud dibalas dengan 700 pahala sujud, setiap dzikir dan doa dibalas dikalikan 700 kali lipat, setiap ibadah pahalanya dilipatgandakan menjdai 700 kali lipat, ketika kita berdoa dan mengucapkan " Ya Allah " maka akan dikalikan 700 kali lipat.

Inilah bulan keluhuran, lebih lagi bagi mereka yang berpuasa Ramadhan, sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya juga semakin luhur dan sangat agung di bulan Ramadhan ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al Bukhari:

الْعُمْرَةُ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً أَوْ حَجَّة مَعِي
" Umrah di bulan Ramadhan seperti Haji, atau haji bersamaku "

Melakukan Umrah di bulan Ramadhan pahalanya sama dengan melakukan Haji di bulan Haji, atau seakan-akan pahalanya sama dengan melakukan ibadah Haji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Bukan berarti pahala Umrah yang sama dengan pahala Haji itu bisa mengqadha ibadah Haji nya, ibadah Haji tetap wajib sekali dalam seumur hidup, namun orang yang umrah di bulan Ramadhan itu pahalanya sama dengan melakukan haji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, demikian dalam riwayat Shahih Al Bukhari.

Berkata Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam kitab Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa hadits ini menunjukkan rahasia kemuliaan bulan Ramadhan yang segenap ibadah dilipatgandakan jauh lebih besar daripada ibadahnya sendiri, sehingga ibadah umrah pahalanya bisa seperti ibadah haji bahkan seperti melakukan haji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka betapa besarnya pahala umrah di bulan Ramadhan. Dan mungkin diantara kita yang tidak mampu melaksanakan umrah, dan kita telah mempunyai niat untuk melakukan umrah maka telah dituliskan satu pahala niat meskipun kita tidak berangkat umrah, hanya dengan berniat saja kita sudah mendapatkan satu pahala..InsyaAllah.

Dari grup facebook: majelisrasulullah

Seputar Puasa Ramadhan | BAGAIMANA SALAT WITIRNYA


Tanya: Setiap melaksanakan shalat witir, kita biasa menggunakan tiga rakaat, yakni dua rakaat sekali salam, kemudian ditambah satu rakaat sekali salam. Bagaimana niat (rukun qauli) yg benar ketika shalat witir yg dua rakaat itu, sebab witir itu shalat ganjil sedang dua bukan angka ganjil?
Jawab: Shalat witir adalah shalat yang bilangannya ganjil, yg terbanyak dikerjakan tiga rakaat. Pelaksanaannya, bisa dg tiga rakaat sekaligus tanpa tahiyat awal (sekali salam), dan bisa dg dua kali salam, yaitu dua rakaat sekali salam dan satu rakaat sekali salam.
Bila alternatif yg kedua yg dilaksanakn, maka pelaksanaan yg dua rakaat itu dg niat: Ushalli sunnatan minal witri rak'ataini lillahi ta'ala. Di dlm hati niatnya: Aku shalat sunat dalam rangka shalat witir dua rakaat karena Allah.
Jadi, pelaksanaan yg dua rakaat itu bukan sampai di situ saja, tapi dlm rangka melaksanakan shalat witir.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)


Tanya: Apakah tarawih selalu disertai witir, apabila kita melaksanakan tahajjud apa disertai witir pula?
Jawab: Mendirikan shalat sesudah melaksanakan witir, seperti tahajjud dll, tdk boleh diwitiri lagi. Sabda Nabi yg diriwayatkan Abu Daud,Turmudzi, dan Nasai: Tidak ada 2 witir dlm satu malam.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)


Tanya: Dalam shalat Tarawih ada shalat witir, yg artinya shalat penutup. Bgm kalau kita ingin melaksanakan shalat lain (misalnya Tahajjud)?
Jawab: Boleh saja, lihat Fiqh Sunnah I hlm. 162.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Seputar Puasa | BAGAIMANA MEMBAYAR FIDYAH


Tanya: Sewaktu anak saya masih bayi, saya pernah tak puasa Ramadhan selama 25 hari, karena anak saya itu sakit. Sekarang saya ingin bayar fidyah, berapa yg harus saya keluarkan?
Jawab: Fidyah puasa ukuran/takarannya adalah 1 mud atau sama dgn 3/4 liter beras setiap harinya, dan boleh diganti dg uang (menurut mazhab Hanafi), seharga beras sekarang.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Tanya: Istri saya baru melahirkan dan menyusui. Kata dokter tidak boleh puasa dulu. Bagaimana perhitungan pembayaran fidyahnya dan kapan waktu yg tepat?
Jawab: Ibu hamil dan ibu menyusui kalau takut akan memberi mudharat pada janin/bayi yg masih kecil itu, tidak mengapa meninggalkan puasa Ramadhan. Tetapi, di luar Ramadhan, ia bisa menyempurnakan puasa tersebut sesuai kemampuan dan berapa banyak bilangan puasa Ramadhan-nya yg tertinggal. Jadi, penunaian puasa (qadha)-nya sesuai kesanggupan dan kapan saja bisa dilaksanakan. Pembayaran puasa itu tidak berlipat-lipat, karena sesuai puasa yg tertinggal saja.
Tentang membayar fidyah, sebaiknya di bulan Ramadhan juga, yakni memberi makan fakir miskin setiap hari.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Seputar Qurban dan Aqiqah | PANITIA QURBAN MENGAMBIL JATAH DARI QURBAN



TANYA: Saya menyaksikan banyak masyarakat kita yang dalam pelaksanaan berkurban membentuk panitia, nah, panitia itu mengambil daging kurban untuk dimasak dan dimakan oleh semua panitia yang bekerja yang jumlahnya juga banyak. Kadang daging yang diambil mencapai 25kg lebih, setelah itu juga panitia mendapat jatah sendiri-sendiri dari daging mentah kurban. Bagaimana persoalan ini dalam hukum Islam.

JAWAB: DR. Wahbah mengatakan bahwa tidak diperbolehkan memberikan kulit kurban atau sesuatu yang lainnya kepada orang yang menyembelihnya bagai sebuah bayaran atas sembelihannya, sebagaimana riwayat dari Ali berkata,”Rasulullah saw telah memerintahkanku untuk mengurus tentang onta-onta (sembelihan) dan aku membagi-bagikan kulit dan dagingnya dan aku tidaklah memberikan kepada orang yang menyembelihnya sesuatu pun darinya (dari sembelihan itu, pen).” Dia mengatakan,”Kami memberikannya dari milik kami sendiri.” (Muttafa Alaihi)
Akan tetapi jika seorang penyembelih diberikan sesuatu dari daging sembelihannya itu dikarenakan kefakirannya atau atas dasar hadiah maka hal itu dibolehkan karena orang itu berhak untuk mengambilnya sebagaimana orang lain bahkan orang itu lebih utama karena dia adalah orang yang terlibat secara langsung dan telah mengucurkan keringatnya untuk itu (penyembelihan). (Al Fiqhul Islam wa Adillatuhu juz IV hal 2741)

Memang keberadaan panitia kurban sangat dibutuhkan untuk kelancaran pelaksanaan ibadah kurban ini. Namun demikian tidak diperbolehkan bagi panitia ini untuk mengambil sebagian dari daging-daging sembelihan itu untuk kemudian dimasak dan dimakan bersama-sama kecuali apabila mereka semua termasuk kedalam golongan orang-orang faqir atau setelah mendapatkan izin sebelumnya dari orang-orang yang berkurban sebagai suatu hadiah dari mereka.

Sumber-sumber:
http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=2623&kd=A
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=4&func=view&catid=8&id=19832
http://eramuslim.com/ustadz-menjawab...gan-kurban.htm
http://imamuna.wordpress.com/2009/01/05/tanya-jawab-aqiqah/

Seputar Puasa | TAK PUASA KRN SDH TUA


Tanya: Saya seorang lelaki berusia 56 th, rasanya berat menunaikan puasa Ramadhan. Apakah boleh hanya bayar fidyah?

Jawab: Apakah anda sudah mencoba dan betul2 tidak mampu? Bila sudah memcoba dan betul2 tidak mampu, maka tidak ada jalan lain kecuali bayar fidyah.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

Seputar Puasa | BERCIUMAN


Tanya: Saya punya teman wanita, di siang hari saya berciumn. Batalkah puasa saya?

Jawab: Puasa anda tidak batal, tetapi pahalanya batal, karena wanita itu bukan istri anda. Berciuman dengan wanita lain (bukan istri), hukumnya haram. Seandainya yg dicium istri anda di kala puasa, maka hukumnya makruh.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)
⬆
Top