Senin, 31 Desember 2012

Home » » Sejarah Piala AFF (AFF Cup) Sejak Tahun 1996 Hingga Sekarang

Sejarah Piala AFF (AFF Cup) Sejak Tahun 1996 Hingga Sekarang

Sejarah Piala AFF (AFF Cup) Sejak Tahun 1996 Hingga Sekarang--
TIGER CUP TAHUN 1996
Sesuai dengan kesepakatan federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) digelar turnamen dua tahunan antarnegara sebagai ajang tertinggi kompetisi sepakbola di kawasan tersebut. Seiring dengan itu, SEA Games diputuskan hanya diikuti timnas U-23 karena turnamen dwitahunan ini akan menjadi tingkat tertinggi kompetisi antarnegara Asia Tenggara.

Untuk edisi pertama Piala AFF digelar di Singapura dan menggandeng perusahaan bir Tiger. Turnamen kali ini menjadi satu-satunya yang diikuti oleh Brunei Darussalam hingga saat ini. Pada beberapa turnamen lanjutan, Brunei menolak berpartisipasi karena turnamen disponsori perusahaan minuman beralkohol.

Indonesia memberangkatkan tim yang dilatih Danurwindo dan bermaterikan paduan pemain senior dengan pemain muda hasil kompetisi Primavera di Italia. Yeyen Tumena, Eko Purjianto, dan Anang Ma'ruf mendampingi para bek berpengalaman seperti Robby Darwis dan Jaya Hartono. Di lini depan Kurniawan Dwi Yulianto masuk tim mendampingi Peri Sandria dan Widodo Cahyono Putra.

Kekuatan sepakbola Asia Tenggara saat itu masih timpang. Ada celah yang lebar antara kekuatan tradisional seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia dengan Myanmar, Laos, Kamboja, Filipina, dan Brunei. Sedangkan Vietnam dan Singapura sedang menata diri sebagai kekuatan baru.

Khusus Singapura, inilah turnamen terakhir ketika mereka diperkuat penyerang legendaris Fandi Ahmad. Fandi berhasil mencetak empat gol untuk menjadi topskor Singapura sepanjang turnamen. Sayangnya, Singapura gagal di babak penyisihan.

Langkah Indonesia begitu mulus di penyisihan Grup A. Tiga tim gurem dilalap habis: Myanmar, Laos, dan Kamboja. Ketika menghadapi Vietnam, Indonesia berbagi angka 1-1. Di Grup B, Thailand dan Malaysia lolos berdampingan.

Indonesia tampil antiklimaks di babak semi-final menghadapi Malaysia. Di stadion Nasional, Indonesia menyerah kalah 3-1. Dalam 15 menit pertama, Indonesia sudah tertinggal dua gol lewat gol-gol Sanbagamaran dan Rusdee Sulong. Gol bunuh diri Azmil Azali sebelum jeda menghidupkan peluang Indonesia, tapi perjuangan menyamakan kedudukan runtuh ketika Shamsurin Abdul Rahman mencetak gol terakhir Malaysia.

Di final, Malaysia bertemu dengan Thailand yang melaju mulus mengalahkan Vietnam, 4-2. Sebelum final, Vietnam memastikan diri menjadi juara ketiga berkat kemenangan 3-2 atas Indonesia. Laga puncak sendiri berakhir dengan kemenangan Thailand berkat gol penyerang emas mereka, Kiatisuk Senamuang.


AFF Championship
Tiger Cup 1996

Tanggal Pertandingan Indonesia di Grup A dan Pencetak Gol
Indonesia 5 - Laos 1
Fachri Husaini (5")
Eri Irianto (15")
Kurniawan Dwi Yulianto (17")
Robby Darwis (34")
Peri Sandria (65")
Savatdy Saysana (75")


Indonesia 3 - Kamboja 0
Kurniawan Dwi Yulianto (15")
Peri Sandria (2")
Eri Irianto (60")

Indonesia 6 - Myanmar 1
Fachri Husaini (7", 66")
Peri Sandria (20", 26")
Ansyari Lubis (28")
Eri Irianto (39")

Indonesia 1 - Vietnam 1
Kurniawan Dwi Yulianto (4")
Vo Hoang Buu (77")

Semi-Final
Sept 13
Malaysia 3 - Indonesia 1
Thailand 4 - Vietnam 2

Play-Off Peringkat 3-4
Tanggal Pertandingan
Sept 13
Vietnam 3 - Indonesia 2
Kurniawan Dwi Yulianto (66")
Aples Gideon Tecuari (85")

Final
Sept 15
Thailand 1 - Malaysia 0

DAFTAR HADIAH
Juara : Thailand (USD 80,000)
Runner-Up : Malaysia (USD 40,000)
Peringkat 3 : Vietnam (USD 20,000)
Peringkat 4 : Indonesia (USD 10,000)
Fair Play Award : Brunei
Sepatu Emas : Natapong Sritong (Thailand)
Pemain Terbaik : Zainal Abidin Hassan (Malaysia)

TIGER CUP 1998
Vietnam menjadi negara kedua yang mendapat kehormatan menyelenggarakan Piala AFF. Turnamen diikuti delapan tim, yaitu Indonesia, Thailand, Myanmar, dan Filipina di Grup A. Sementara tuan rumah Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Laos bercokol di Grup B.

Kejuaraan kali ini paling diingat akibat insiden "sepakbola gajah" antara Indonesia dan Thailand pada pertandingan terakhir Grup A. Kedua tim yang sudah meloloskan diri ke semi-final mencoba melepas pertandingan supaya terhindar dari tuan rumah Vietnam yang memastikan diri sebagai runner-up Grup B. Alasan lain, tim yang menghadapi Vietnam tidak harus memindahkan markas tim dari Ho Chi Minh ke Hanoi.

Indonesia mengalahkan Filipina 3-0 dan Myanmar 6-2 pada dua laga awal, sedangkan Thailand ditahan imbang Myanmar 1-1 dan mengalahkan Filipina 3-1. Otomatis supaya terhindar dari Vietnam di semi-final, Thailand hanya butuh hasil imbang. Tetapi, dengan skenario yang sama, Indonesia justru "harus kalah".

Pertandingan di stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, pada hari terakhir Agustus 1998 itu pun tercatat sebagai yang terburuk sepanjang sejarah. Indonesia dan Thailand bermain seadanya menghindari skenario yang tidak diinginkan.

Babak kedua menghangat. Indonesia unggul lebih dahulu melalui Miro Baldo Bento yang langsung dibalas oleh Kritsada Piandit. Menit 84, Indonesia unggul lagi melalui Aji Santoso, tapi langsung disamakan oleh Therdsak Chaiman. Pemandangan janggal tercipta pada menit terakhir pertandingan. Bayangkan, para pemain Thailand berupaya memperkuat pertahanan Indonesia! Mereka kalah cepat dan Mursyid Effendi menceploskan bola ke gawang sendiri supaya Indonesia kalah 3-2. Thailand pun lolos sebagai juara grup menghadapi Vietnam, sedangkan Indonesia melawan Singapura.

Tindakan memalukan itu berbuntut panjang. Mursyid dihukum seumur hidup tidak boleh tampil lagi di pentas internasional. Kedua tim dijatuhi denda US$40 ribu oleh FIFA karena "menghancurkan semangat sepakbola". Ketua Umum PSSI Azwar Anas yang hadir menyaksikan pertandingan meneteskan air mata. Sekembalinya ke Jakarta, Azwar meletakkan jabatan.

Turnamen kali ini juga diwarnai kejutan ketika tim favorit Vietnam akhirnya ditundukkan Singapura di laga puncak. Gol Sasi Kumar pada menit ke-65 berhasil memberikan Singapura gelar pertama mereka di kancah internasional.

Namun, sepakbola gajah antara Indonesia dan Thailand yang masih menjadi bahan perbincangan menarik hingga dewasa ini.

Tiger Cup 1998

Grup A P W D L F A Pts
Thailand 3 2 1 0 7 4 7
Indonesia 3 2 0 1 11 5 6
Myanmar 3 1 1 1 8 9 4
Filipina 3 0 0 3 3 11 0

HASIL PERTANDINGAN INDONESIA DI GRUP A
Indonesia 3 - Filipina 1
Indonesia 6 - Myanmar 2
Indonesia 2 - Thailand 3

Semi-Final
Sept 2 (Hanoi)
Vietnam 3 Thailand 0
Sept 3 (Ho Chi Minh)
Singapura 2 Indonesia 1

Play-Off Peringkat 3-4
Sept 5 (Ho Chi Minh)
Thailand 3 Indonesia 3 (Indonesia menang adu penalti 5-4)

Final
Sept 5 (Hanoi)
Singapura 1 Vietnam 0

TIGER CUP 2000

Setelah menuai hasil buruk di Piala Asia 2000 di Lebanon, selang beberapa hari kemudian timnas kita tampil pada Piala Tiger, November 2000 di Thailand. Berada satu grup dengan Thailand, Filipina dan Myanmar. Partai pertama timnas yang didukung duet striker Gendut Dony-Kurniawan DJ menaklukan Filipina 3-0, pada partai ke-2 timnas kita dipermak Thailad 1-4. Pada partai penentuan lolos ke semifinal Indonesia bisa mengalahkan Myanmar dengan skor telak 5-0.

Di Semifinal timnas bertemu dengan negeri paman HO Vietnam. Pertandingan yang penuh ketegangan akhirnya dimenangkan oleh Indonesia dengan skor 3-2 melalui extra time, gol Gendut Dony menit 120 meloloskan Indonesia untuk menantang raja Asean Thailand. Partai final di stadion Rajamanggala menjadi anti klimaks, timnas kita kembali di cukur 1-4.

TIGER CUP 2002

Tahun 2002 kejuaraan sepakbola terbesar di Asia tenggara digelar di Indonesia dan Singapura. Ada asa yang besar ingin melihat Indonesia keluar sebagai juara. Dengan arsitek pelatih Ivan Kolev timnas kita diharapkan dapat memberikan gelar pertama dalam 11 tahun terakhir. Bermain di Jakarta memberikan keuntungan bagi Indonesia. Tapi sayang seribu sayang partai pertama timnas kita ditahan Myanmar 0-0, partai kedua penampilan buruk Bambang Pamungkas dkk belum hilang untungnya timnas bisa menang tipis 4-2 atas tim lemah Kamboja. Melawan Vietnam timnas kita hampir saja kalah sebelum zaenal Arief menyelamatkan Indonesia 2-2. Di Partai terakhir yang menentukan timnas kita membantai Filipina 13-1.

Semifinal mempertemukan Timnas dengan Malaysia, bermain buruk dan lebih banyak ditekan timnas kita beruntung masih bisa menang 1-0 melalui gol Bambang Pamungkas. Partai puncak lagi-lagi mempertemukan Indonesia dengan Thailand yang dilatih Peter White, sebuah partai sarat emosi dan balas dendam. Sempat tertinggal 2 gol, timnas kita bisa menyamakan skor menjadi 2-2. Lagi-lagi momok adu pinalti membuyarkan mimpi Indonesia merengkuh juara Asean, Indonesia takluk 2-4 dalam drama adu pinalti.

TIGER CUP 2004

Dua tahun kemudian kejuaraan ini digelar di Malaysia dan Vietnam. Indonesia berada grup A, grup maut bersama tuan rumah Vietnam, Singapura, Laos dan Kamboja. Ilham Jayakesuma untuk pertama kalinya dipercaya membela garuda senior. Bintang timnas yang lain adalah the rising star Boaz Salossa. Indonesia keluar sebagai juara grup setelah menang 6-0 atas Laos, 0-0 dengan Singapura, 3-0 dengan Vietnam dan 8-0 dengan Kamboja. Bermain bagus gawang Hendro Kartiko mencatat rekor clean sheat 100% perawan.

Partai semifinal memakai system home & away. Indonesia berjumpa Malaysia. Awalnya berjalan bagus Indonesia memimpin 1-0, namun setelah itu negeri jiran bangkit dan mengalahkan Garuda 2-1. Modal kemenangan 2-1 Malaysia coba dipertahankan dikandangnya. DI Stadion Bukit Jalil Kuala lumpur menjadi saksi pantang menyerah garuda, sempat ketinggalan 0-1 Timnas kita mampu membalikkan skor dengan memberondong gawang Malaysia 4 kali melalui Kurniawan, Charis Julianto, Ilham dan Boaz, skor akhir 4-1, suporter Malaysia pun terdiam sebaliknya ribuan suporter kita yang didominasi TKI bersorak riang. Dengan agregat 5-2 Indonesia mantap ke final menghadapi Singapura.

Di Final Indonesia tidak mampu menahan laju timnas Singapura yang dipenuhi pemain-pemain naturalisasi. Indonesia takluk 2 kali 1-3 dan 1-2.

2007 ASEAN Football Championship

Perhelatan edisi ke-6 ini nama kejuaraan berubah menjadi kejuaraan sepakbola ASEAN. Tuan rumah grup ditunjuk Singapura dan Thailand. Timnas Indonesia dilatih kembali oleh Peter White yang sukses membawa Thailand juara 2x dan meloloskan Indonesia di final tahun 2005. Bermain buruk di penyisihan grup dengan menang tipis 3-1 serta ditahan Vietnam 1-1 dan Singapura 2-2. Memiliki poin yang sama 5 dengan Singapura, tapi kalah selisih gol membuat Indonesia gagal ke Semifinal.

Hasil yang gagal membawa Indonesia lolos ke semifinal ini, merupakan pencapaian terburuk selama keikutsertaan Indonesia, buntutnya pelatih ikut dipecat. Pada kejuaraan ini, Singapura kembali menjadi juara setelah mengalahkan Raja Asia Tenggara Thailand 2-1 1-1 melalui gol offside yang kontoversi.

Piala Suzuki AFF 2008

Beranggotakan sebagian besar pemain yang tampil bagus di Piala Asia 2007 seperti Bambang Pamungkas, Ponaryo, Budi Santoso dll, timnas garuda yang dilatih Benny Dollo gagal mencapai target masuk final. Bermain di Jakarta tidak memberi keuntungan buat timnas kita. Tampil cukup meyakinkan di partai awal dengan mengalahkan Myanmar 3-0 dan Kamboja 4-0, tapi tumbang 0-2 melawan Singapura. Tim nasional kita bermain buruk di partai terakhir di grup.

Di semifinal Indonesia harus bertemu musuh bubuyutan yang sulit ditaklukan Thailand. Bermain pertama di Gelora Bung Karno timnas kita tampil tanpa energi dan kalah 0-1. Di pertandingan kedua di stadion Rajamanggala Bangkok, sempat memberikan harapan memimpin 1-0 timnas kita tidak berdaya menahan gempuran Thailand, timnas kalah 1-2 dan agregat menjadi 1-3. Kekecewaan ini banyak disebabkan pemilihan pemain yang didominasi muka-muka lama, ini buntutnya dari mandegnya regenerasi timnas kita.
Vietnam tampil sebagai juara baru setelah mengalahkan Thailand.

PIALA AFF 2010
Walau selalu menang (tercatat 6 kali kemenangan, dan sekali kalah), tak mampu mengantarkan Timnas Garuda untuk juara. Di fase grup, Indonesia tampil perkasa. Di akhir penyisihan grup, Indonesia mengalahkan Thailand sekaligus 'membantu' Malaysia lolos ke semifinal karena andai Indonesia kalah, Thailand-lah yang lolos. Namun, Indonesia pun mengakhiri turnamen sebagai runner-up, setelah kalah 0-3 pada laga pertama, Minggu (26/12/2010) namun tak mampu membalas lebih di leg ke-2 dan hanya menang 2-1.

Penyisihan Grup:
Indonesia 5 - Malaysia 1
Indonesia 6 - Malaysia 0
Indonesia 2 - Thailand 1

Semifinal
Leg 1: Indonesia 1 - Philifina 0
Leg 2: Indonesia 1 - Philifina 0

Final
Leg 1: Indonesia 0 - Malaysia 3
Leg 2: Indonesia 2 - Malaysia 1

PIALA AFF 2012
Di Piala AFF 2012, Indonesia tampil dengan "skuat sebelah", dari pemain IPL plus pemain keturunan yang sudah "uzur" saat dualisme federasi.
Singapura keluar sebagai juara setelah menang agregat 3-2 dari Thailand.

Penyisihan Grup:
Indonesia 2 - Laos 2
Indonesia 1 - Singapura 0
Indonesia 0 - Malaysia 2

Indonesia mengakhiri fase grup dengan berada di posisi ketiga klasemen Grup B. Indonesia mengoleksi poin 4, sementara Singapura lolos dengan status juara grup lewat koleksi nilai 6, sedangkan Malaysia ada di posisi kedua dengan nilai 6, namun kalah selisih gol. Laos berada di posisi juru kunci dengan nilai 1.

Dari berbagai sumber