Jumat, 21 Desember 2012

Home » » Sinopsis Film Cinta Tapi Beda, Film Tentang Cinta Beda Agama

Sinopsis Film Cinta Tapi Beda, Film Tentang Cinta Beda Agama

Sinopsis Film Cinta Tapi Beda, Film Tentang Cinta Beda Agama-- Film Cinta Tapi Beda terinspirasi dari beragam kisah yang terdapat di blog milik Dwitasari. Secara umum blog tersebut memaparkan cerita asmara yang terkendala dengan keyakinan yang berbeda. Hal itu merupakan masalah cinta sederhana tapi kerap menjadi problema yang sering tidak menemukan jalan keluar.

Cahyo, cowok ganteng asal Yogja, bekerja sebagai chef di Jakarta. Ia anak pasangan Fadholi dan Munawaroh, keluarga muslim yang taat beribadah. Cahyo berusaha lepas dari kesedihan setelah ditinggal selingkuh sang kekasih, Mitha.

Diana, gadis asal Padang. Perempuan berparas sangat Indonesia, mahasiswa jurusan seni tari. Ia tinggal bersama om dan tantenya di Jakarta. Keluarga Diana penganut Katolik taat. Cahyo dan Diana bertemu di pertunjukan tari kontemporer di Jakarta. Mereka memutuskan berpacaran walaupun berbeda keyakinan. Mereka bahkan serius melanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan

Diana was-was ketika Cahyo mengajaknya menemui orangtuanya. Ibu Cahyo bisa memahami cinta anaknya, tapi tidak Pak Fadholi. Sampai kapan pun Pak Fadholi tidak akan merestui Cahyo. Bila Cahyo memaksa, Pak Fadholi memilih memutus ikatan tali keluarga. Ternyata tidak mudah bagi Cahyo dan Diana menjalani cinta beda keyakinan

Ibu Diana juga keberatan dengan pilihan putrinya. Kakak-kakak Diana, termasuk om dan tantenya, telah meninggalkan keyakinan mereka. Ibu Diana memaksa Diana mengikuti kehendaknya. Itu sebabnya, Diana akhirnya memilih kembali ke Padang dan menerima perjodohan dengan dokter Oka, lelaki pilihan ibunya dan seiman. Ia coba tutup hatinya untuk Cahyo

Cahyo melewati masa terburuk dalam hidupnya. Cahyo berkesimpulan bahwa Diana tak ada bedanya dengan Mitha yang lari ke pelukan laki-laki lain. Di Padang, Diana berusaha mencintai Oka, dan Oka berusaha membantunya melupakan Cahyo

Ada satu yang masih sulit dilupakan Cahyo maupun Diana, bahwa mereka sesungguhnya telah diikrarkan bukan karena keyakinan, tapi karena cinta...Tapi apakah keduanya bisa dipersatukan atas nama cinta dan Tuhan? Waktu yang akan menjawabnya!

"Ini memang bukanlah film pertama yang menceritakan tentang beda agama dan Cinta Tapi Beda juga bukan mengenai kisah itu saja. Tolong jangan bawa film ini ke isu agama karena perbedaan yang dimaksud lebih beragam, bisa dari profesi dan sukunya," ucap Hanung Bramantyo, sang sutradara, saat Press Junket film Cinta Tapi Beda di Bellys Clan, Graha Intiland, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/11) sore.

Yang menarik dari film Cinta Tapi Beda adalah Hanung sengaja menggunakan sebagian besar tim produksi termasuk pemain yang benar-benar memiliki pengalaman cinta beda keyakinan. Hal itu bertujuan agar kisah di film Cinta Tapi Beda semakin 'hidup' karena dibuat oleh orang-orang yang berpengalaman.

"Saya nggak pernah punya pengalaman cinta beda agama makanya saya gunakan mereka. Selain itu saya juga sengaja menukar agama Agni dan Reza di film ini supaya mereka juga lebih kaya pengetahuannya tentang agama lain," tambah Hanung.

"Pesan di film ini adalah, cinta itu anugerah dan harus diperjuangkan. Perbedaan itu adalah untuk belajar, kalaupun terjadi perpisahan itu bukan karena beda tapi karena nggak cocok," pungkasnya.


Di film Cinta Tapi Beda, rumah produksi MVP Pictures menduetkan Hestu Saputra dan Hanung Bramantyo sebagai sutradaranya. Duet tersebut ternyata mendapat respon positif dari Jajang C. Noer yang merasa sangat kagum dengan kinerja Hestu.

"Saya diajak dan nggak tahu Hestu sebelumnya. Yang ajak saya main disini adalah Zaskia selaku casting directornya, pas saya lihat temanya saya langsung bilang iya karena saat ini hal itu (toleransi beragama) sedang menjadi masalah saat ini. Hestu itu sutradara hebat. Sejak saya main film dari tahun 1973, jarang ada sutradara muda yang tahu apa yang akan dilakukannya. Walau di film itu saya terlihat keriput tapi pas lihat hasilnya saya puas. Dia punya banyak ide di kepalanya, dia tau banget apa yang harus dia ceritakan," ujar Jajang C. Noer saat ditemui di Cinema XXI, FX, Jakarta Selatan, Jumat (14/12) siang.

Untuk mendalami karakter beragama Katolik bukanlah perkara sulit bagi aktris kelahiran Paris, Perancis, 28 Juni 1952 ini. Jajang C.Noer mengaku sangat dekat dengan penganut Katolik sejak kecil bahkan dari keluarganya sendiri ada yang memeluk agama selain Islam.

"Opa saya Islam, ia orang Padang dan menikah dengan wanita Belanda beragama Kristen Protestan. Ayah saya juga Islam dan menikah dengan ibu saya yang beragama Katolik, mereka menikah di catatan sipil di Semarang. Walau saya seorang Hajah dan Islam, disini saya nggak punya masalah meranin karakter Katolik karena sejak saya kecil tiap tahun itu di keluyaraga ada Lebaran serta Natal, betapa kayanya saya. Saya sekolah katolik di Manila sampai SD, kemudian SMP dan SMA di sekolah Katolik juga, untuk kehidupan pribadi saya juga nggak punya masalah saya tetap Islam tuh," ujar Jajang C. Noer.

"Pernah saya sampai 11 kali take untuk sebuah adegan tapi dia tegar aja tuh. Nggak pernah marah," pungkasnya.

Film yang turut dibintangi oleh Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, Ratu Felisha, Ayu Diah Pasha, Hudson Pranajaya dan Nungky Kusumastuti ini, dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Desember 2012 (21cineplex).
Rekomendasikan artikel ini :