Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Ajang pencarian bakat pelawak tunggal bikinan Indosiar, Stand Up Comedy Academy (SUCA) akhirnya melahirkan juara baru pada Grand Final yang digelar Minggu (22/10/2017) tadi malam. Setelah hampir dua bulan jalannya kompetisi, satu komika terbaik pun keluar sebagai sang pemenang.

Di Grand Final, ketiga komika (Bintang, Karyn, dan Yewen) harus menampilkan materi dengan tantangan durasi waktu selama 7 menit. Tak hanya itu, materi tersebut juga harus menyertakan tiga teknik stand up: Callback, Rule of Three, dan Act Out atau Impersonate. Baik Bintang, Karyn, maupun Yewen sebenarnya sama-sama berhasil mengeksekusi tantangan.
Namun, Bintang memang jauh lebih unggul ketimbang keduanya. Setelah membuat juri standing applause di Babak 4 Besar lalu, Bintang kembali meraih hasil serupa di penampilannya pada Grand Final. Ia tampil pecah meski hanya bermodal materi yang apa adanya. Ge Pamungkas di antaranya memuji aksi Bintang sebagai penampilan paling brilian sepanjang ia menjadi juri di SUCA 3 . Ge pun menghaturkan rasa bangganya pada David Nurbianto yang sukses mementori Bintang.
Perlawanan terberat Bintang di Grand Final SUCA 3 juga sesuai dengan prediksi, datang dari si kecil cabai rawit, Karyn. Anak didik Mosidik ini tak gentar meski harus tampil seusai Bintang yang memecahkan panggung. Karyn lagi-lagi juga tampil spektakuler, meski hanya mendapat standing applause dari Soimah dan para mentor saja. Raditya Dika memuji materi Karyn komplet. Raditya juga kagum pada Karyn yang masih muda, tapi sudah berprestasi. Karyn disebutnya bakal jadi role model untuk anak seusianya yang bisa menciptakan sejarah di SUCA .
Sementara itu, Yewen yang masih konsisten dengan materi keresahannya pada daerah asal, juga tampil memukau. Ia pantang menyerah dan tak mau kalah dari dua komika favorit lawannya. Penampilan komika yang juga jadi anak didik Mosidik itu disebut Dodit Mulyanto sudah keren. Teknik stand up pun juga sudah lengkap. Jarwo Kwat juga memuji aksi stand up Yewen lancar dengan banyak punchline lucu. Namun sayang, Yewen dianggap tak semengkilau dua lawannya.
Pada akhirnya, Bintang-lah yang diumumkan para juri sebagai juara SUCA 3 . Atas kemenangannya, Bintang pun akhirnya berhak atas piala SUCA dan uang tunai sebesar 100 juta. Sedang Karyn dan Yewen yang menjadi juara 2 dan 3, masing-masing mendapat uang tunai 50 juta dan 25 juta. Namun tak seperti dua penyelenggaraan sebelumnya, kali ini juara 2 dan 3 juga mendapat piala untuk keberhasilan mereka masuk Top 3 di SUCA 3.

Profil Ketiga Grandfinalis

Bintang Emon (Jakarta)
Bukan tanpa alasan menempatkan nama ini di urutan pertama. Gusti Bintang atau memakai nama Bintang Emon dalam keikutsertaannya di SUCA 3, mengingatkan pemirsa setia pada juara tahun lalu, Aci Resti. Seperti Aci, Bintang yang merupakan anak didik David Nurbianto yang berasal dari Komunitas Stand Up Bandung ini juga baru mencuat di penghujung kompetisi.
Aksi stand up Bintang awalnya tak dilirik. Penampilannya yang cuek dan terkesan semaunya bahkan sempat dikritisi lantaran dianggap main-main. Perlahan, Bintang membuktikan ia memang serius mengikuti SUCA 3. Penampilannya sendiri mulai bersinar saat ia mengaku tak punya materi dan memilih tampil apa adanya di Babak 8 Besar lalu. Puncaknya, kala ia akhirnya mendapat standing applause dari seluruh mentor dan juri di Babak 4 Besar kemarin.

Karyn (Medan)
Karin Putri Lestari, si mata minimalis juga hidung ekonomis, berwajah cantik dan rajin menabung. Demikian Karyn selalu memperkenalkan diri saat tampil. Tak lupa selayaknya khas orang Medan, Karyn pun selalu menyelipkan pantun.
Frase 'Perahu Papan di Atas Awan' dihapal pemirsa setia sebagai jargon Karyn. Ya, Karyn dikenali lantaran banyaknya diksi-diksi unik yang ia munculkan di panggung.
Setelah Nopek gantung mic di Babak 15 Besar lalu, Karyn menyandang beban sebagai 'maskot' SUCA 3. Ia yang paling populer diantara komika lain. Akun Instagramnya paling banyak diikuti. Video aksi stand upnya di channel Youtube Indosiar pun beroleh ratusan ribu penonton, menyusul video Nopek yang dipirsa jutaan pasang mata.
Baru berusia 10 tahun, Karyn yang kelahiran 20 Juni 2007 ini sejak awal sudah ditasbihkan sebagai komika termuda dalam tiga tahun penyelenggaraan SUCA.

Yewen (Papua)
Seperti pernah ditulis sebelumnya, karakter Yewen sering mengingatkan pemirsa pada sosok Raim Laode, juara 4 SUCA tahun lalu. Ia lucu, terkesan aneh tapi tidak absurd, dan selalu tampil pecah dengan materi yang kental dengan kekritisan akan daerah asalnya. Masuknya Yewen sendiri sekaligus memperbaiki kiprah komika asal Timur di ajang SUCA.
Dengan fokus materinya yang lebih banyak mengurai keresahan akan daerah asal pula yang membuat Yewen nampak berbeda. Lantaran itu, pemilik nama lengkap Yohanes Yewen ini dianggap sebagai salah satu komika di SUCA 3 yang sudah menemukan jati diri. Hanya perlu polesan sedikit saja untuk membuatnya sempurna.
Sayang di SUCA 3, Yewen sepertinya masuk dalam kategori si kuda hitam. Pasalnya, pria kelahiran Manokwari, 15 April 1995 ini tak seterkenal Karyn. Progresnya pun juga tak semelesat Bintang. Namun bukan berarti pula ia tak punya peluang. Selalu ada jalan bagi sang kuda hitam untuk bisa melewati lawan-lawannya.

Sumber: Liputan6.com


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top