Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Galeri Video

Powered by: Youtube

Kliping Pendidikan

Kliping Berita PNS

Otomotif

wawasan Islam

Kesehatan

loading...
loading...

Meski memasuki zaman digital namun buku pelajaran belum bisa tergantikan dengan keberadaan gadget. Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PGGI) Jimmy Juneanto mengatakan era digital memang mengubah industri grafika di Tanah Air, namun segmen penerbitan masih ada terutama buku pelajaran.

Dia mengatakan era digital membuat industri penerbitan mengalami penurunan mulai dari pemasangan iklan, sirkulasi koran, majalah, dan lain sebagainya. Bahkan, lanjut dia, banyak koran dan majalah yang terpaksa gulung tikar.
"Namun, ini bukan akhir dari industri grafika. Terbukti Indonesia masih menjadi tamu kehormatan di Book Fair yang diselenggarakan di Jerman, artinya buku yang topiknya menarik masih ada yang membaca. Sampai sekarang buku pelajaran juga belum tergantikan. Gawai masih belum bisa menggantikan buku pelajaran, butuh waktu sampai 10 tahun ke depan," kata dia.

Meskipun trennya ke depan, buku pelajaran bisa diakses melalui gawai. Untuk mengatasi persoalan itu, sambung dia, pelaku industri grafika harus sering melakukan inovasi misalnya dengan seringnya mengganti kemasan untuk mendorong minat pembeli.

Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), Misbach Fikrianto, mengatakan kampusnya mempunyai tanggung jawab untuk menghasilkan SDM yang terampil di industri grafika supaya Indonesia tak kalah bersaing. Salah satu upayanya, ujar Misbach, dengan menyelenggarakan 'The International Conference NPES-ICC Color Management 2016 dengan tema Making A Future with Color Management. Di sini peserta bisa belajar dan memperdalam manajemen warna di industri grafika.

Sumber : antara melalui republika.co.id


loading...
Bagikan artikel ini:
Suka artikel ini?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top